Sikap Ketua RT/RW Terhadap Penggunaan Aplikasi Qlue Dengan Teori Difusi Inovasi (Studi Kasus Ketua RT/RW Di Wilayah Kelurahan Tebet Timur)

Sari, Lita (2017) Sikap Ketua RT/RW Terhadap Penggunaan Aplikasi Qlue Dengan Teori Difusi Inovasi (Studi Kasus Ketua RT/RW Di Wilayah Kelurahan Tebet Timur). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Bakrie.

[img]
Preview
Text (pdf)
00 COVER.pdf - Submitted Version

Download (731kB) | Preview
[img] Text (pdf)
01 BAB I - III.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (859kB)
[img] Text (pdf)
02 BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (603kB)
[img] Text (pdf)
03 BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (104kB)
[img] Text (pdf)
04 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (284kB)
[img] Text (pdf)
05 LAMPIRAN.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Qlue (kependekan dari “keluhan”) adalah aplikasi media sosial yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengeluhkan masalah utama pada lingkungannya dan menangkap momen sosial penting lain disekitarnya menggunakan foto dan lokasi. Dalam Penelitian ini, peneliti berfokus pada bagaimana sikap Ketua RT/RW terhadap penggunaan aplikasi qlue dengan teori Difusi Inovasi. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan studi kasusnya pada Ketua RT/RW di wilayah Kelurahan Tebet Timur. Teknik penelitiannya menggunakan indept interview. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori difusi inovasi digunakan sebagai salah satu untuk mengetahui sikap Ketua RT/RW dalam menerima suatu inovasi baru dilihat dari karakteristik inovasi. Dalam sikap afektif, penerimaan terhadap inovasi yang positif dipengaruhi oleh manfaat relatif dari inovasi. Dalam sikap kognitif, penerimaan inovasi dilakukan berdasarkan pengetahuan, dan pemahaman cara penggunaan inovasi. Dalam tahap behavioral, perilaku pengguna inovasi masih gagap teknologi. Hal ini dapat terjadi karena rendahnya kemampuan, atau rendahnya kemauan. Tidak mau belajar dan menyelaraskan diri dengan teknologi baru. Semakin canggih dan membutuhkan keterampilan khusus pemakainya, akan semakin lambat adopsinya. Begitu pula semakin tinggi tingkat pendidikan atau pemahaman receiver semakin cepat adopsi terjadi. Semakin bermanfaat teknologi inovasi bagi khalayaknya, semakin cepat diadopsi. Semakin selaras teknologi informasi dengan nilai-nilai yang dianut receiver, akan semakin cepat dan mudah adopsi teknologi.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Uncontrolled Keywords: [email protected]
Subjects: Communication
Communication > Mass Communication
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: LITA SARI
Date Deposited: 31 Mar 2017 12:16
Last Modified: 31 Mar 2017 12:16
URI: http://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/638

Actions (login required)

View Item View Item