Alternatif Metode Corrugated Steel sebagai Konstruksi Underpass

Hidayat, Endah Nasroh Azizah (2026) Alternatif Metode Corrugated Steel sebagai Konstruksi Underpass. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version

Download (3MB)
[thumbnail of Bab I-III] Text (Bab I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (81kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (135kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
05. LAMPIRAN.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Corrugated Mortar Pusjatan (CMP) adalah kombinasi material yang dikembangkan oleh Pusjatan yang terdiri dari struktur baja bergelombang dan timbunan mortar busa. Penelitian ini membahas alternatif konstruksi underpass menggunakan corrugated steel dengan penimbunan kembali berupa mortar busa (sistem CMP). Underpass yang ditinjau berbentuk setengah lingkaran dengan bentang bersih 25 m dan panjang 40 m. Pembebanan disusun mengacu pada SNI 1725:2016 untuk memperoleh beban desain sebesar 13,96 kN/m2 yang digunakan pada pemodelan dan evaluasi perilaku struktur dilakukan menggunakan pemodelan Finite Element Method (FEM) yang merepresentasikan tahapan konstruksi metode sloofing. Output FEM dianalisis sebagai perilaku struktur secara menyeluruh meliputi perpindahan dan deformasi, distribusi tegangan, dan gaya dalam. Selanjutnya, untuk pemeriksaan Ultimite Limit State (ULS) mengacu pada CHBDC 2006, parameter utama yang digunakan adalah gaya aksial (N) dan momen lentur (M) pada lokasi kritis, dengan kriteria wall strength compression, plastic hinge, dan seam strength. Hasil menunjukkan bahwa penambahan ketebalan pelat dan penggunaan tipe korugasi yang lebih dalam cenderung meningkatkan rasio kapasitas pada ketiga kriteria ULS. Pada tipe standar, kondisi paling kritis terjadi pada t = 2,82 mm karena ratio seam = 0,979 (<1) sehingga tidak memenuhi syarat; ketebalan minimum yang direkomendasikan adalah 3,56 mm. Pada tipe deep, seluruh variasi memenuhi, dengan ketebalan minimum 2,82 mm. Pada tipe superdeep, seluruh variasi memenuhi, dengan ketebalan minimum 2,82 mm.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: underpass, corrugated steel, mortar busa, FEM, SNI 1725:2016, CHBDC 2006
Subjects: Civil Engineering > Bridge Engineering
Civil Engineering > Steel Structure
Civil Engineering > Structural Analysis
Civil Engineering
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Endah Nasroh
Date Deposited: 25 Feb 2026 08:08
Last Modified: 25 Feb 2026 08:08
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/13144

Actions (login required)

View Item View Item