PENGARUH MATERIAL PENGISI TERHADAP STABILITAS LERENG TIMBUNAN : STUDI PERBANDINGAN COMMON BORROW MATERIAL DAN GEOFOAM

Wicaksono, Handi (2026) PENGARUH MATERIAL PENGISI TERHADAP STABILITAS LERENG TIMBUNAN : STUDI PERBANDINGAN COMMON BORROW MATERIAL DAN GEOFOAM. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
00.Cover.pdf - Accepted Version

Download (325kB)
[thumbnail of BAB I - III] Text (BAB I - III)
01. BAB I - III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (840kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (581kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (224kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (229kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
05. LAMPIRAN.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pembangunan timbunan pada tanah lunak sering menghadapi permasalahan stabilitas lereng, penurunan berlebih, serta durasi konstruksi yang panjang akibat penggunaan material timbunan konvensional. Pada proyek Jalan Tol Akses Patimban Paket 2, khususnya oprit Jembatan Overpass Kranjat STA 23+832, dilakukan analisis perbandingan penggunaan Common Borrow Material (CBM) dan Geofoam sebagai material timbunan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan stabilitas lereng berdasarkan nilai faktor keamanan (Safety Factor/SF), deformasi, tekanan air pori berlebih, serta durasi konstruksi dari kedua metode timbunan. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D dengan metode staged construction untuk memodelkan tahapan pelaksanaan timbunan. Evaluasi dilakukan terhadap nilai faktor keamanan lereng, displacement, dan excess pore pressure. Selain itu, dilakukan analisis produktivitas alat dan tenaga kerja untuk menentukan durasi konstruksi masing-masing metode. Hasil analisis menunjukkan bahwa timbunan menggunakan CBM menghasilkan nilai faktor keamanan sebesar SF = 1,335, sedangkan penggunaan Geofoam meningkatkan nilai faktor keamanan secara signifikan menjadi SF = 6,262. Dari aspek deformasi, penggunaan Geofoam mampu mengurangi displacement dan tekanan air pori berlebih hingga sekitar 72% dibandingkan CBM. Dari sisi pelaksanaan, metode timbunan CBM membutuhkan durasi konstruksi selama 27 hari, sedangkan metode Geofoam hanya memerlukan 18 hari, sehingga terjadi percepatan waktu pelaksanaan sebesar sekitar 33%. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan Geofoam terbukti lebih unggul dalam meningkatkan stabilitas lereng serta efisiensi waktu konstruksi pada kondisi tanah lunak.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Geofoam, Common Borrow Material, Safety Factor, Stabilitas Lereng, Durasi Konstruksi, Plaxis 2D.
Subjects: Civil Engineering > Construction Material
Civil Engineering
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Handi Wicaksono
Date Deposited: 28 Feb 2026 04:17
Last Modified: 28 Feb 2026 04:17
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/13267

Actions (login required)

View Item View Item