Olivia, Della (2026) ANALISIS EFEKTIFITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) INDUSTRI PANGAN DALAM MEREDUKSI LOGAM BERAT. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version Download (279kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
01. Bab I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (484kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02. Bab IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (286kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03. Bab V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (72kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. Bab Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (78kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (422kB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan industri pangan di Indonesia berkontribusi terhadap peningkatan produksi limbah cair yang berpotensi mengandung logam berat, seperti besi (Fe), mangan (Mn), dan seng (Zn). Keberadaan logam tersebut dalam air limbah dapat menimbulkan dampak terhadap kualitas lingkungan apabila tidak dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri pangan dalam mereduksi konsentrasi logam berat serta mengevaluasi kesesuaian hasil pengolahan terhadap baku mutu yang berlaku. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pengambilan sampel pada titik inlet dan outlet IPAL dari tiga jenis industri pangan, yaitu industri biskuit, mie, dan bihun. Analisis konsentrasi logam Fe, Mn, dan Zn dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Efektivitas IPAL dihitung berdasarkan perbandingan konsentrasi inlet dan outlet serta persentase efisiensi penurunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam pada air limbah sebelum pengolahan (inlet) berada pada kisaran Fe 1,8–4,8 mg/L, Mn 0,3–1,1 mg/L, dan Zn 0,5–1,6 mg/L. Setelah melalui proses pengolahan, konsentrasi logam pada outlet menurun secara signifikan hingga berada pada kisaran 0,006–0,3 mg/L. Seluruh nilai effluent berada di bawah ambang batas baku mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Rata-rata efisiensi penurunan logam berat pada ketiga industri mencapai 92–94%, yang menunjukkan bahwa sistem IPAL berfungsi secara efektif dalam mereduksi logam berat. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan sistem IPAL pada industri pangan mampu menurunkan konsentrasi logam berat secara signifikan dan memenuhi standar regulasi lingkungan, sehingga mendukung upaya pengendalian pencemaran air dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | IPAL, logam berat, Fe, Mn, Zn, efektivitas, industri pangan. |
| Subjects: | Environmental Science and Technology > Environmental Quality Management Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | Della Olivia |
| Date Deposited: | 07 Mar 2026 06:46 |
| Last Modified: | 07 Mar 2026 06:46 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/13366 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

