Zamzamiah, Bintang Fitri (2026) Diplomasi Kemanusiaan Sebagai Instrumen Kepentingan Nasional Indonesia Terhadap Vanuatu: Studi Kasus Bencana Siklon Tahun 2023. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
COVER FIX.pdf - Accepted Version Download (660kB) |
|
|
Text (Bab 1-3)
BAB 1-3.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (627kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 4)
BAB 4 .pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 5)
BAB 5 .pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (149kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka .pdf - Accepted Version Download (120kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas diplomasi kemanusiaan sebagai instrumen kepentingan nasional Indonesia terhadap Vanuatu dengan studi kasus bencana Siklon Tropis Judy dan Kevin tahun 2023. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika hubungan Indonesia dan Vanuatu yang tidak hanya dilihat berdasarkan kerja sama bilateral, tetapi juga perbedaan pandangan politik, khususnya terkait isu Papua. Dalam kondisi tersebut, bantuan kemanusiaan Indonesia kepada Vanuatu dipandang tidak hanya sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi untuk membangun kepercayaan, meningkatkan citra positif, memperkuat hubungan bilateral, serta mendukung kepentingan nasional Indonesia di kawasan Pasifik Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan diplomasi kemanusiaan Indonesia pascabencana Siklon Judy dan Kevin tahun 2023 serta menganalisis penggunaannya sebagai strategi soft power dalam memperkuat kepentingan nasional dan hubungan bilateral Indonesia-Vanuatu. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa diplomasi kemanusiaan Indonesia berhasil menjadi instrumen strategis dalam membangun soft power melalui peningkatan goodwill, trust building, citra positif Indonesia, serta perluasan komunikasi dan kerja sama bilateral dengan Vanuatu. Bantuan kemanusiaan juga berperan sebagai mekanisme confidence building yang menciptakan ruang interaksi yang lebih konstruktif di tengah perbedaan politik kedua negara. Namun, efektivitas soft power Indonesia masih memiliki keterbatasan karena bantuan tersebut belum terbukti mampu mengubah preferensi politik Vanuatu terhadap isu Papua. Vanuatu tetap mempertahankan kepentingan dan orientasi politiknya berdasarkan identitas Melanesia, kepentingan domestik, dan kepentingan regional. Dengan demikian, diplomasi kemanusiaan Indonesia lebih tepat dipahami sebagai proses pembentukan soft power dan pembangunan hubungan jangka panjang daripada sebagai instrumen untuk menghasilkan perubahan politik secara langsung. Kata kunci: Diplomasi Kemanusiaan, Soft Power, Kepentingan Nasional, Confidence Building, Indonesia, Vanuatu, Siklon Judy dan Kevin.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Humanitarian Diplomacy, Soft Power, National Interests, Confidence Building, Indonesia, Vanuatu, Cyclones Judy and Kevin. |
| Subjects: | Political Science and International Relations > Diplomacy (Diplomasi dan negosiasi antarnegara) Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Bintang Fitri Zamzamiah |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 02:11 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 02:11 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14117 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

