Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Media Sosial Instagram dalam Mengomunikasikan Brand Identity (Studi Kasus pada Gezellig Cafe & Resto Rawamangun)

Azzahra, Shintia Diva (2026) Strategi Komunikasi Pemasaran Melalui Media Sosial Instagram dalam Mengomunikasikan Brand Identity (Studi Kasus pada Gezellig Cafe & Resto Rawamangun). Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version

Download (476kB)
[thumbnail of BAB I-III] Text (BAB I-III)
01. BAB I.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (963kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (139kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version

Download (142kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (745kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran Gezellig Cafe & Resto melalui Instagram dalam mengomunikasikan Brand Identity kepada audiens digital. Penelitian berfokus pada elemen Context dan Collaboration dari teori 4C Chris Heuer serta dimensi Physique, Personality, dan Culture dari Brand Identity Prism Kapferer. Data diperoleh melalui observasi konten Instagram periode Januari hingga Juni 2026, wawancara mendalam dengan enam informan yang terdiri atas owner, pengelola media sosial, satu influencer, dan tiga followers, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber untuk mendukung keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Context belum berjalan secara strategis dan terstruktur karena tidak didukung content plan, content pillar, maupun jadwal unggahan yang tetap. Sementara itu, Physique Belanda masih bertumpu pada penanda tertentu dan Culture belum dikembangkan menjadi narasi budaya yang berkelanjutan. Melalui Collaboration, Physique ditampilkan lebih intens, Personality tetap membangun kesan cozy dengan variasi gaya kreator, sedangkan Culture lebih sering dikomunikasikan secara eksplisit dibandingkan Context, meskipun kedalaman narasinya belum seragam. Temuan menunjukkan bahwa Context dan Collaboration memberikan kontribusi yang berbeda dalam mengomunikasikan Brand Identity Gezellig melalui Instagram.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Strategi Komunikasi Pemasaran, Instagram, Brand Identity, 4C Chris Heuer, Brand Identity Prism
Subjects: Marketing Management (Manajemen Pemasaran)
Marketing Management (Manajemen Pemasaran) > Digital Marketing (Pemasaran Digital)
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Shintia Diva Azzahra
Date Deposited: 11 Sep 2026 07:24
Last Modified: 11 Sep 2026 07:24
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14527

Actions (login required)

View Item View Item