Perbandingan Jenis Lapisan Base Course antara Material In Situ dan Batu Pecah terhadap Pencapaian Produksi Tambang di Kalimantan Selatan

Sukmaningrum, Alfia Diah (2025) Perbandingan Jenis Lapisan Base Course antara Material In Situ dan Batu Pecah terhadap Pencapaian Produksi Tambang di Kalimantan Selatan. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
00. COVER.pdf - Accepted Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I - III] Text (BAB I - III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (224kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (200kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
05 LAMPIRAN.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (81kB) | Request a copy

Abstract

Jalan tambang memiliki peranan penting dalam mendukung kelancaran operasional angkutan material tambang. Pemilihan jenis material base course sangat memengaruhi kinerja jalan, khususnya dalam hal kecepatan alat angkut, waktu pemeliharaan, dan pencapaian produksi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja base course menggunakan material in situ dan batu pecah pada jalan tambang di Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode perhitungan tebal lapisan berdasarkan Metode Giroud-Han. Analisis dilakukan terhadap kecepatan kendaraan HD785-7, waktu pemeliharaan saat kondisi slippery, dan volume produksi selama periode Januari–Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tebal lapisan base course material in situ sebesar 0,78 m, sedangkan batu pecah hanya memerlukan tebal 0,50 m. Penggunaan material batu pecah sebagai lapisan base course mampu meningkatkan kecepatan alat angkut hingga 40 km/jam, menghilangkan waktu pemeliharaan pada kondisi slippery menjadi 0 jam, serta meningkatkan effective working hours (EWH) sebesar 12%. Dampak lebih lanjut, volume produksi mengalami peningkatan signifikan hingga 128% selama periode penelitian. Dengan demikian, material batu pecah memberikan performa yang lebih baik dibanding material in situ dalam mendukung efisiensi operasional jalan tambang.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: jalan tambang, base course, material in situ, batu pecah, produksi
Subjects: Civil Engineering
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Alfia Diah Sukmaningrum
Date Deposited: 27 Aug 2025 08:13
Last Modified: 27 Aug 2025 08:13
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/11941

Actions (login required)

View Item View Item