Zaman, Muhamad Ramzy (2026) Analisis Peran Media Sosial TikTok dalam Pemenangan Pemilu: Perbandingan Filipina Tahun 2022 dan Indonesia Tahun 2024. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00.cover.pdf - Accepted Version Download (566kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (978kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (565kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (317kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB Daftar Pustaka)
04. BAB Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (293kB) |
|
|
Text (Lampiran)
05 LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (81kB) | Request a copy |
Abstract
Transformasi platform media sosial TikTok menjadi arena strategis dalam kontestasi politik modern melatarbelakangi kajian komparatif ini. Fokus utama dititikberatkan pada perbandingan efektivitas kampanye digital Prabowo Subianto pada Pemilu Indonesia 2024 dan Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. pada Pemilu Filipina 2022. Pergeseran corak kampanye yang mengarah pada algoritma memunculkan urgensi untuk membedah bagaimana algoritma mampu membentuk preferensi pemilih muda. Melalui pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif yang disinergikan dengan kerangka teori Konstruktivisme, Framing, dan Uses and Gratifications Theory (UGT), serta Voting Behavior. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan teknik ekstraksi otomatis (web scraping) terhadap 498 sampel video organik dengan metode stratified random sampling. Hasil analisis statistik menyingkap dua tipologi mobilisasi massa yang bertolak belakang, di mana ekosistem digital Marcos Jr. menghasilkan tingkat keterlibatan (Engagement Rate) yang lebih tinggi sebesar 9,49% dengan variabilitas interaksi yang relatif stabil (Standar Deviasi 111.943). Pola tersebut mengindikasikan terbangunnya "Komunitas Solid" melalui strategi Rehistorisasi yang mengeksploitasi sentimen nostalgia. Di sisi lain, ekosistem Prabowo mencatatkan tingkat jangkauan audiens yang melampaui jauh kompetitornya dengan rata-rata (Mean) mencapai 165.707 interaksi, meskipun diiringi oleh fluktuasi yang ekstrem dengan angka Standar Deviasi 516.632. Lonjakan masif ini menjadi bukti empiris bahwa strategi Depolitisasi Citra lewat narasi populis "Gemoy" sangat sukses memanfaatkan algoritma hiburan untuk melahirkan "Kerumunan Cair". Sebagai konklusi akhir, terbukti bahwa dalam kerangka sistem popular vote, tingginya kuantitas eksposur jangkauan audiens memegang peranan yang jauh lebih krusial untuk mengamankan kemenangan elektoral jika dikomparasikan dengan kedalaman loyalitas ideologis yang hanya berputar di dalam echo chamber.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Politik, Media Sosial TikTok, Perbandingan Pemilu, Konstruktivisme Digital, Engagement Rate, Algoritma TikTok. |
| Subjects: | Political Science > International Studies Political Science > Political theory Political Science > Political institutions Asia Political Science > International Relations Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Muhamad Ramzy Zaman |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 08:38 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 08:38 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/13239 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

