Hidayat, Muhammad Arqom (2026) Analisis Resepsi Penonton terkait Isu Eksploitasi Anak pada Serial Netflix Arcane. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00.COVER (7).pdf - Accepted Version Download (191kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
01.BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02.BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03.BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (128kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB Daftar Pustaka)
04.BAB Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (165kB) | Request a copy |
|
|
Text (Lampiran)
05.Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Eksploitasi anak merupakan fenomena global yang menuntut perhatian serius karena dampaknya yang merusak perkembangan fisik, mental, dan sosial generasi muda. Penelitian ini menganalisis bagaimana audiens Indonesia menerima dan memaknai representasi isu eksploitasi anak yang digambarkan melalui transformasi karakter Powder menjadi Jinx dalam serial animasi dewasa Netflix, Arcane. Dengan menggunakan Teori Analisis Resepsi Stuart Hall, penelitian ini mengkaji proses decoding audiens yang terbagi ke dalam tiga posisi: dominan-hegemoni, negosiasi, dan oposisi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tujuh informan dengan latar belakang demografi yang variatif (usia 20-40 tahun, status pernikahan berbeda, dan tidak bermain gim League of Legends). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan menempati posisi dominan-hegemoni, di mana mereka menerima pesan eksplisit produser mengenai dampak buruk ketiadaan perlindungan orang tua dan eksploitasi lingkungan terhadap kesehatan mental anak. Sebagian informan berada pada posisi negosiasi dengan menekankan adanya elemen pilihan pribadi atau agensi karakter, sementara posisi oposisi cenderung melihat fenomena tersebut sebagai gangguan mental bawaan alih-alih hasil dari eksploitasi eksternal. Temuan ini mengindikasikan bahwa media hiburan populer seperti serial televisi memiliki kekuatan signifikan dalam merefleksikan realitas sosial dan memicu diskursus publik mengenai isu-isu krusial seperti hak dan perlindungan anak.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Resepsi; Eksploitasi Anak; Stuart Hall; Arcane; Perlindungan anak |
| Subjects: | Communication Science Communication Science > Semiotics and Consumer Culture Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Muhammad Arqom Hidayat |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 08:03 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 08:03 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/13844 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

