PERAN TURKI DALAM MEDIASI KONFLIK ANTARA RUSIA-UKRAINA PERIODE 2022 - 2024

Raden Mas Adam Azkal, Azkiyai (2026) PERAN TURKI DALAM MEDIASI KONFLIK ANTARA RUSIA-UKRAINA PERIODE 2022 - 2024. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
TA - ADAM (1).pdf - Accepted Version

Download (427kB)
[thumbnail of Bab 1 - 3] Text (Bab 1 - 3)
TA - ADAM (2) (1).pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (676kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
TA - ADAM (2) (2).pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (386kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
TA - ADAM (2) (3).pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (160kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
TA - ADAM (2) (4).pdf - Accepted Version

Download (223kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Turki dalam mediasi konflik antara Rusia dan Ukraina pada periode 2022–2024. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis berbagai upaya diplomatik yang dijalankan Ankara melalui tiga dimensi resolusi konflik, yakni peacemaking, peacekeeping, dan peacebuilding, sebagaimana dikonseptualisasikan oleh Johan Galtung. Paradigma realisme digunakan sebagai kerangka teoritis untuk memahami kalkulasi kepentingan nasional yang mendasari keterlibatan Turki. Temuan penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis Turki yang unik, meliputi kendali atas Selat Bosporus dan Dardanela berdasarkan Konvensi Montreux 1936, ketergantungan energi mutual dengan Rusia, kerja sama pertahanan dengan Ukraina, serta keanggotaan dalam NATO, memberikan Ankara leverage diplomatik yang tidak dimiliki oleh aktor mediator lainnya. Upaya mediasi Turki menghasilkan sejumlah capaian konkret, di antaranya fasilitasi Black Sea Grain Initiative pada Juli 2022 yang memungkinkan ekspor 32 juta metrik ton biji-bijian Ukraina, mediasi pertukaran hampir 300 tahanan perang, serta pemeliharaan saluran komunikasi antara kedua pihak yang berkonflik. Namun demikian, mediasi Turki juga menghadapi keterbatasan struktural yang signifikan, terutama akibat asimetri kekuatan antara Rusia dan Ukraina, inkompatibilitas tujuan perang kedua pihak, serta dilema kredibilitas yang melekat pada posisi Turki sebagai pihak yang memiliki kepentingan dengan kedua belah pihak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mediasi Turki lebih tepat dikonseptualisasikan sebagai interested mediation daripada mediasi netral dalam pengertian konvensional: signifikan dalam mitigasi dampak kemanusiaan konflik, namun terbatas dalam kapasitasnya untuk menghasilkan penyelesaian politik yang komprehensif.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Subjects: Political Science and International Relations > Security, International (Keamanan internasional)
Thesis > Thesis (S1)
Depositing User: Raden Mas Adam Azkal Azkiyai
Date Deposited: 28 Aug 2026 08:32
Last Modified: 28 Aug 2026 08:32
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14107

Actions (login required)

View Item View Item