Penilaian Risiko Kesehatan Kerja Terkait Pajanan Etilbenzena, Toluena dan Xilena Pada Laboratorium PT X

Zulkifli, Bari (2026) Penilaian Risiko Kesehatan Kerja Terkait Pajanan Etilbenzena, Toluena dan Xilena Pada Laboratorium PT X. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of 00 Cover] Text (00 Cover)
00 Cover.pdf - Accepted Version

Download (2MB)
[thumbnail of 01 BAB 1-3] Text (01 BAB 1-3)
01 BAB 1-3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of 02 BAB 4] Text (02 BAB 4)
02 BAB 4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of 03 BAB 5] Text (03 BAB 5)
03 BAB 5.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[thumbnail of 04 Daftar Pustaka] Text (04 Daftar Pustaka)
04 Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version

Download (2MB)
[thumbnail of 05 Lampiran] Text (05 Lampiran)
05 Lampiran.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Aktivitas pengujian di laboratorium melibatkan penggunaan berbagai bahan kimia, termasuk pelarut organik etilbenzena, toluena, dan xilena (ETX), yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila pekerja terpajan secara berulang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi risiko kesehatan dari paparan ETX terhadap pekerja di Laboratorium PT X menggunakan metode CHRA yang dikembangkan oleh Department of Occupational Safety and Health (DOSH) Malaysia, melalui pendekatan kualitatif yang diperkuat oleh observasi kondisi kerja. Penilaian dilakukan melalui Hazard Rating (HR), Exposure Rating (ER), Risk Rating (RR), serta evaluasi kecukupan pengendalian untuk menentukan Action Priority (AP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ETX masing-masing memiliki HR sebesar 3, ER kualitatif sebesar 4, dan ER kuantitatif sebesar 1. Kedua jalur pajanan, baik inhalasi maupun dermal, tergolong dalam kategori risiko sedang, dengan nilai RR masing-masing sebesar 12 dan 2. Pengendalian yang telah diterapkan berupa exhaust fan, ventilasi alami, SOP, sosialisasi dan poster, tapi belum mampu memberikan perlindungan yang cukup sehingga ditetapkan AP 2. Peningkatan penanganan diperlukan melalui penyediaan lemari asam, optimalisasi sistem ventilasi, pelaksanaan medical check-up minimal 1 kali dalam setahun, serta peningkatan praktik personal hygiene dan penerapan perlindungan diri berbasis karakteristik pajanan ETX.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Bahan kimia berbahaya, rute pajanan bahan kimia, kesehatan kerja, pengendalian risiko.
Subjects: Environmental Science and Technology > Hazardous Materials Risk Analysis
Environmental Science and Technology > Occupational Health and Safety
Environmental Science and Technology > Environmental health (Kesehatan lingkungan)
Environmental Science and Technology > Industrial hygiene (Higiene industri / Kesehatan dan Keselamatan Kerja di area industri)
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Lingkungan
Depositing User: Bari Zulkifli
Date Deposited: 09 Sep 2026 02:20
Last Modified: 09 Sep 2026 02:20
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14393

Actions (login required)

View Item View Item