Strategi Timor-Leste dalam Merespons Implementasi DEFA Tahun 2025

Da Cruz Kawengian, Jeanette Maria Bakhita Sevinj (2026) Strategi Timor-Leste dalam Merespons Implementasi DEFA Tahun 2025. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
00.Cover.pdf - Accepted Version

Download (481kB)
[thumbnail of BAB I-III] Text (BAB I-III)
01.BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (893kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02.BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (338kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03.BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (138kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
04.BAB Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version

Download (122kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
05.Lampiran.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (242kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi Timor-Leste dalam merespons implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) pasca keanggotaan penuh Oktober 2025, di tengah kesenjangan kapasitas ekonomi digital dan relasi kuasa yang asimetris dalam kerangka integrasi ASEAN. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menganalisis data primer dari wawancara tiga informan kunci dan data sekunder dari dokumen resmi ASEAN, yang dianalisis melalui New Regionalism Theory sebagai teori utama (Hettne, 2005), serta tiga konsep analitis pendukung: digital divide (van Dijk, 2020), ekonomi digital (Bukht & Heeks, 2017), dan diplomasi negara kecil (Suzuki, 2019; Kittikhoun & Kittikhoun, 2021). Temuan penelitian menunjukkan bahwa Timor-Leste menempuh strategi selective adaptation dan coalition-building sebagai respons terhadap posisinya sebagai policy adopter, bukan policy shaper, dalam kerangka DEFA, sebuah posisi yang dibentuk oleh kesenjangan kapasitas struktural pada dimensi infrastruktur digital, sumber daya manusia, regulasi, dan fiskal, serta oleh keterlibatannya yang terbatas pada status Observer dalam negosiasi DEFA yang disepakati dua hari sebelum aksesi penuhnya. Strategi selective adaptation memungkinkan Timor-Leste memprioritaskan area-area yang paling sesuai dengan kapasitas dan kepentingan domestiknya, sementara coalition-building dengan Sekretariat ASEAN, mitra pembangunan, dan negara-negara ASEAN lain memperluas ruang pengaruhnya di tengah ruang partisipasi yang bersifat asimetris: tertutup pada level pembentukan norma, namun terbuka pada level teknis-administratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi yang tepat dapat memperluas ruang partisipasi substantif meskipun dalam kondisi struktural yang membatasi, dan merekomendasikan penguatan strategi tersebut melalui kapasitas kelembagaan domestik serta pemanfaatan mekanisme solidaritas kawasan seperti Initiative for ASEAN integration.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Timor-Leste, strategi, diplomasi negara kecil, DEFA, ASEAN, relasi kuasa,kesenjangan kapasitas digital
Subjects: Political Science and International Relations > International relations (Hubungan internasional)
Political Science and International Relations > Diplomacy (Diplomasi dan negosiasi antarnegara)
Political Science and International Relations > International organization (Teori dan konsep organisasi internasional)
Political Science and International Relations > International economic relations (Hubungan ekonomi internasional)
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Politik
Depositing User: Jeanette Maria Bakhita Sevinj da Cruz Kawengia
Date Deposited: 11 Sep 2026 07:50
Last Modified: 11 Sep 2026 07:50
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14488

Actions (login required)

View Item View Item