ANALISIS PENGARUH SEQUENCE PEKERJAAN TERHADAP STABILITAS BALOK I-GIRDER JEMBATAN BENTANG 30 METER DAN BENTANG 20 METER

Semadyo, Kemal Abdussalam (2026) ANALISIS PENGARUH SEQUENCE PEKERJAAN TERHADAP STABILITAS BALOK I-GIRDER JEMBATAN BENTANG 30 METER DAN BENTANG 20 METER. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version

Download (507kB)
[thumbnail of BAB I - III] Text (BAB I - III)
01. BAB I - III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (173kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version

Download (162kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Pembangunan jembatan dengan sistem gelagar beton pracetak prategang (Precast Concrete I-Girder) menuntut perhatian khusus terhadap stabilitas struktur pada tahap konstruksi sementara, mengingat kegagalan pada tahap ini telah beberapa kali menyebabkan insiden di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sequence pekerjaan terhadap stabilitas balok I-Girder pada Jembatan Kretek–Girijati, yang memiliki bentang 30 meter dan 20 meter. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis numerik (Nonlinear Staged Construction Analysis) dengan SAP2000, dengan girder dimodelkan sebagai elemen frame. Pembebanan meliputi beban berat sendiri, beban gempa dengan pendekatan respons spektrum, serta kombinasi pembebanan sesuai SNI 1725:2016 dan SNI 2833:2016, dianalisis pada 12 tahap sequence pemasangan girder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sequence pekerjaan berpengaruh nyata terhadap stabilitas struktur pada bentang 30 meter, tahap sebelum diafragma pengaku terpasang penuh sequence 2, 3, dan 5 menghasilkan displacement arah Y yang melebihi batas lendutan izin L/800 -37,5 mm, tertinggi mencapai -123 mm pada sequence 2 akibat beban kombinasi, sedangkan tahap setelah diafragma terpasang sequence 1, 4, dan 6 berada jauh di bawah batas izin. Sebaliknya, seluruh tahap sequence pada bentang 20 meter menunjukkan displacement yang konsisten sangat kecil dan aman. Dari aspek tegangan, seluruh sequence pada kedua bentang masih berada dalam batas izin material. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bentang 30 meter memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap ketidakstabilan sementara dibandingkan bentang 20 meter, sehingga memerlukan pengendalian dan pengawasan lebih ketat, khususnya sebelum pemasangan diafragma pengaku.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Balok I-Girder, Stabilitas Struktur, Sequence Pekerjaan, Analisis Numerik SAP2000, Jembatan Kretek-Girijati
Subjects: Civil Engineering > Bridge Engineering
Civil Engineering > Civil engineering -- Computer programs
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Kemal Abdussalam Semadyo
Date Deposited: 11 Sep 2026 03:04
Last Modified: 11 Sep 2026 03:04
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14526

Actions (login required)

View Item View Item