Maharani, Jihan (2026) Evaluasi Ketahanan Panel Kaca Tempered Pada Fasad Bangunan Bertingkat Di Zona Gempa Indonesia. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00.Cover.pdf - Accepted Version Download (248kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (363kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (545kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (86kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (147kB) |
|
|
Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (85kB) | Request a copy |
Abstract
Panel kaca tempered pada sistem fasad merupakan komponen non-struktural yang sensitif terhadap perpindahan, sehingga kinerjanya sangat dipengaruhi oleh deformasi struktur utama akibat gempa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketahanan panel kaca tempered pada fasad bangunan bertingkat di zona gempa Indonesia melalui pendekatan numerik. Tiga model bangunan baja lima tingkat dengan sistem rangka pemikul momen khusus, yang dirancang terhadap batas simpangan antar lantai 0,50 %, 0,75 %, dan 1,00 %, dianalisis terhadap tiga tingkat kegempaan Indonesia (Palu, Surabaya, dan Pontianak) berdasarkan SNI 1726:2019. Analisis riwayat waktu dilakukan dengan metode Newmark-β menggunakan 15 rekaman gerakan tanah kompatibel spektrum untuk setiap wilayah. Respons panel kaca ditinjau dalam dua arah, yaitu out-of-plane menggunakan teori pelat Navier dan in-plane melalui mekanisme kontak kaca–rangka serta pembentukan diagonal tekan. Tingkat kerusakan ditetapkan berdasarkan klasifikasi HAZUS/FEMA P-58 untuk komponen sensitif pergeseran, dan kerentanan dinyatakan dalam kurva fragility lognormal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan antar lantai maksimum mencapai 1,76 % untuk wilayah Palu, 0,88 % untuk Surabaya, dan 0,16 % untuk Pontianak. Respons out-of-plane menghasilkan tegangan yang sangat kecil (maksimum 1,25 MPa), sedangkan respons in-plane bersifat menentukan: pada wilayah Palu, model BII dan BIII menghasilkan tegangan 141 MPa dan 239 MPa yang melampaui kuat lentur kaca tempered sebesar 120 MPa, sementara model BI tetap aman. Pengetatan batas simpangan desain dan penambahan kelonggaran kaca–rangka terbukti menjadi dua parameter paling efektif dalam melindungi panel kaca tempered dari kerusakan akibat gempa.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kaca tempered, fasad bangunan, interstory drift ratio, damage state, kurva fragility, SNI 1726:2019. |
| Subjects: | Civil Engineering > Earthquake Engineering (Teknik Kegempaan) Civil Engineering > Numerical Analysis Civil Engineering > Structural analysis (Engineering) (Analisis struktur) Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Sipil |
| Depositing User: | Jihan Maharani |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 09:02 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 09:02 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14583 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

