Mawardi, Fadilla Namira (2026) REPRESENTASI BULLYING MELALUI ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM FILM ANIMASI JUMBO. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (COVER)
COVER.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (274kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB I-III)
BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (404kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (365kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (148kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (189kB) | Request a copy |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (206kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bullying (perundungan) pada anak direpresentasikan dalam film animasi Jumbo, yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy. Maraknya kasus bullying anak di Indonesia menjadikan film ini relevan sebagai media edukasi dan refleksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk membongkar makna pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Selain itu, teori representasi Stuart Hall dan konsep bullying Coloroso turut digunakan sebagai landasan landasan teoritis untuk memahami bagaimana makna dibentuk pada sebuah objek. Data dikumpulkan melalui observasi adegan serta dokumentasi, kemudian divalidasi melalui triangulasi sumber bersama ahli atau pakar komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dan tanda bullying dalam film Jumbo mayoritas ditampilkan dalam bentuk verbal dan relasional. Konstruksi tersebut membentuk relasi kuasa dan proses pembentukan identitas sosial Don sebagai anak yang memiliki bentuk tubuh yang berbeda dari anak lainnya. Pada tingkat denotasi, terlihat jelas tindakan merendahkan korban secara langsung. Tingkat konotasi menunjukkan adanya dominasi pelaku, pengucilan, dan stigma jasmani. Sementara itu, tingkat mitos mengungkap kebiasaan masyarakat yang sering memaklumi bullying hanya sebagai candaan anak-anak. Hasil penelitian juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan terdekat agar korban bisa bangkit, menerima keadaan diri sendiri, serta berani membuktikan seluruh bakat dan juga potensi positif yang ia miliki. Kata kunci: Semiotika Roland Barthes; Representasi; Bullying; Film Animasi
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Semiotika Roland Barthes, Representasi, Bullying, Film Animasi |
| Subjects: | Communication Science Communication Science > Semiotics and Consumer Culture Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Fadilla Namira Mawardi |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 02:42 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 02:42 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14667 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

