Al Qorni, Ramadhan Dwi (2026) Analisis Fluktuasi Perdagangan Komoditas Daging Bovine Indonesia-Australia (Studi Kasus Impor Daging Bovine (Sapi/Kerbau) Indonesia dari Australia Tahun 2018-2022). Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (COVER)
Cover.pdf - Accepted Version Download (386kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (404kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (170kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version Download (228kB) |
|
|
Text (DAFTAR LAMPIRAN)
DAFTAR LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (198kB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini menganalisis fluktuasi impor daging bovine (sapi/kerbau) Indonesia dari Australia pada periode 2018–2022. Fluktuasi tersebut terjadi ketika kebutuhan daging domestik terus meningkat, sementara produksi dalam negeri belum mampu memenuhinya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif terarah untuk menelaah peranan empat faktor, yaitu bencana alam, rantai pasok daging bovine, budaya sosial, dan kebijakan perdagangan Indonesia. Melalui wawancara dengan pelaku usaha peternakan di Bandung, wawancara orientasi dengan pejabat Kementerian Perdagangan, serta analisis data Trademap dan dokumen pemerintah, penelitian ini menemukan bahwa kekeringan Australia 2018–2019 memperbesar pasokan, sedangkan fase restocking ternak dan pandemi Covid-19 menekan pasokan pada 2020–2022. Selain itu, rantai pasok yang panjang memberi ruang bagi pemilik stok besar untuk menahan atau melepas pasokan, dan lonjakan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri membentuk pola permintaan musiman. Kebijakan kuota, izin impor, dan berlakunya Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada 5 Juli 2020 menjadi faktor yang paling menentukan. Dalam konteks teori neoliberalisme dan proteksionisme perdagangan, studi ini mengungkapkan bahwa intervensi negara bekerja sebagai proteksionisme instrumental, yakni berbentuk perlindungan peternak domestik tetapi berfungsi mengatur akses pelaku usaha terhadap keuntungan impor. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti hubungan interdependensi asimetris antara Indonesia dan Australia serta perlunya tata kelola impor daging bovine yang lebih transparan. Kata kunci: daging bovine, fluktuasi impor, IA-CEPA, neoliberalisme, proteksionisme instrumental.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: daging bovine, fluktuasi impor, IA-CEPA, neoliberalisme, proteksionisme instrumental. |
| Subjects: | Political Science and International Relations > Economic policy (Kebijakan ekonomi, relevan dengan ekonomi politik) Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Ramadhan Dwi Al Qorni |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 10:59 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 10:59 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14893 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

