ANALISIS DEBIT BANJIR SUNGAI CISADANE UNTUK OPERASIONAL PINTU AIR BENDUNG PASAR BARU

HERMAWAN, DENNY (2026) ANALISIS DEBIT BANJIR SUNGAI CISADANE UNTUK OPERASIONAL PINTU AIR BENDUNG PASAR BARU. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
00.Cover.pdf - Accepted Version

Download (7MB)
[thumbnail of BAB I-III] Text (BAB I-III)
01.BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02.BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03.BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy
[thumbnail of 04.BAB DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
04.BAB DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (6MB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
05.LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir Sungai Cisadane sebagai dasar operasional pintu air Bendung Pasar Baru Kota Tangerang. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi berupa analisis frekuensi curah hujan dengan metode Gumbel, Normal, Log Normal, dan Log Pearson Tipe III, perhitungan debit banjir rencana dengan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Snyder-Alexeyev, ITB-1, dan ITB-2, serta pemodelan hidraulika menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Hasil analisis berupa besaran debit banjir rencana Sungai Cisadane pada berbagai kala ulang selanjutnya dibandingkan dengan debit banjir rencana Bendung Pasar Baru sebesar 2.049 m3/det (Q100) sebagaimana tercantum dalam Manual Operasi Bendung Pasar Baru. Selanjutnya, berdasarkan hasil pemodelan HEC-RAS serta ketentuan dalam Manual Operasi Bendung Pasar Baru, skema operasional pintu air pada kondisi banjir diperoleh sebagai berikut: 1. Pada saat banjir, pembukaan pintu bendung gerak dilakukan secara berurutan dan berpasangan, dimulai dari Pintu 5 dan Pintu 6, kemudian Pintu 4 dan Pintu 7, Pintu 3 dan Pintu 8, Pintu 2 dan Pintu 9, dan terakhir Pintu 1 dan Pintu 10. Delapan pintu harus sudah terbuka maksimum 1 jam setelah mendapat informasi dari Penjaga Stasiun Debit Serpong, atau 4 jam setelah mendapat informasi dari Penjaga Stasiun Debit Batu Beulah, mengingat waktu puncak banjir sekitar 4 jam 30 menit. Peil hulu diawasi terus-menerus dengan batas maksimum +12,45; apabila muka air hulu melampaui +12,00, pintu bendung gerak segera dibuka sesuai urutan. 2. Pada saat banjir besar (Q50 maupun Q100) atau pada saat kandungan sedimen di sungai tinggi, pintu pengambilan (intake) ditutup, sedangkan pemeliharaan terhadap sedimentasi dilakukan melalui pengurasan kantong lumpur Saluran Induk Cisadane Barat setiap 14 hari serta Saluran Induk Cisadane Timur sebulan sekali atau paling lambat 45 hari sekali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis debit banjir merupakan dasar yang penting dalam menentukan pola bukaan pintu air Bendung Pasar Baru. Penerapan skema operasional pintu yang sesuai dengan karakteristik debit banjir Sungai Cisadane dapat membantu mengendalikan muka air banjir serta mengurangi risiko luapan di kawasan sekitar bendung.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Cisadane, Flood Discharge, HEC-RAS, Synthetic Unit Hydrograph, Gate Operation, Pasar Baru Weir
Subjects: Civil Engineering > Hydrology Engineering
Civil Engineering
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Denny Hermawan
Date Deposited: 03 Oct 2026 05:02
Last Modified: 03 Oct 2026 05:02
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/15187

Actions (login required)

View Item View Item