Mutiara, Devi (2026) PERAN CHINA SEBAGAI MEDIATOR DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK HAMAS DAN FATAH PADA TAHUN 2024. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
Cover.pdf - Accepted Version Download (364kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (652kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (449kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (152kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version Download (248kB) |
|
|
Text (lampiran)
05 LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (81kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas peran Tiongkok sebagai mediator dalam konflik internal antara Hamas dan Fatah di Palestina. Konflik berkepanjangan antara kedua faksi tersebut tidak hanya menghambat konsolidasi politik Palestina, tetapi juga memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah secara lebih luas. Keterlibatan Tiongkok menarik untuk dikaji karena menawarkan pendekatan mediasi alternatif yang berbeda dari pola tradisional yang biasanya didominasi aktor Barat maupun negara-negara kawasan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi mediasi yang dijalankan Tiongkok, bentuk implementasi diplomasi yang digunakan, serta implikasinya terhadap citra dan posisi Tiongkok dalam politik internasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data diperoleh dari jurnal akademik, laporan think tank, dokumen resmi, dan publikasi media internasional yang kredibel. Analisis dilakukan melalui metode content analysis dengan fokus pada dimensi implementasi soft power, netralitas strategis, dan leverage multilateral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tiongkok berupaya memosisikan diri sebagai mediator netral melalui prinsip non-interference, win-win cooperation, dan inklusivitas. Pendekatan ini memungkinkan Tiongkok memfasilitasi komunikasi dan dialog antara Hamas dan Fatah tanpa menggunakan tekanan koersif. Mediasi tersebut tidak hanya berfungsi dalam konteks rekonsiliasi Palestina, tetapi juga mendukung upaya Tiongkok membangun citra global sebagai kekuatan damai serta memperluas pengaruh geopolitik di Timur Tengah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi mediasi Tiongkok lebih bersifat simbolik dan jangka panjang. Temuan ini berkontribusi pada kajian hubungan internasional dengan menunjukkan peran aktor non-Barat dalam resolusi konflik serta memberikan dasar bagi penelitian lanjutan terkait diplomasi damai di kawasan konflik lain.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tiongkok, Hamas, Fatah, mediasi, soft power |
| Subjects: | Political Science > International Relations Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Devi Mutiara |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 02:59 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 02:59 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/13018 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

