Panggala, Firman (2026) Penerapan Metode Interpolasi Inverse Distance Weighted Menggunakan Quantum Gis (Studi Kasus Papua Barat dan Barat Daya). Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00.Cover.pdf - Accepted Version Download (3MB) |
|
|
Text (Bab I-III)
01.Bab I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab IV)
02.Bab IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab V)
03.Bab V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (988kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab Daftar Pustaka)
04.Bab Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (894kB) |
|
|
Text (Lampiran)
05.Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (135kB) | Request a copy |
Abstract
Papua Barat dan Barat Daya merupakan wilayah dengan kondisi geografis dan topografi yang beragam, sehingga distribusi curah hujan dapat berbeda antarwilayah. Namun, keterbatasan jumlah dan sebaran stasiun pengamatan menyebabkan informasi curah hujan belum dapat menggambarkan kondisi spasial wilayah secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW) menggunakan Quantum Geographic Information System (QGIS) dalam memetakan dan menganalisis distribusi spasial curah hujan di wilayah Papua Barat dan Barat Daya, serta membandingkan pola distribusi curah hujan pada Oktober 2020 dan Oktober 2025. Data yang digunakan berupa data curah hujan bulanan dari lima stasiun pengamatan, yaitu Stasiun Seigun, Rendani, Manokwari Selatan, Torea, dan Utarom. Metode IDW digunakan untuk mengestimasi nilai curah hujan pada lokasi yang tidak memiliki pengamatan langsung dengan mempertimbangkan pengaruh jarak terhadap stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode IDW dapat menghasilkan peta distribusi curah hujan yang menggambarkan variasi spasial berdasarkan lima titik pengamatan yang tersedia. Berdasarkan hasil interpolasi, wilayah bagian barat dan selatan cenderung diperkirakan memiliki curah hujan relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah bagian timur. Perbandingan data stasiun menunjukkan bahwa rata-rata curah hujan pada lima stasiun meningkat dari 243,0 mm pada Oktober 2020 menjadi 331,3 mm pada Oktober 2025, dengan peningkatan sebesar 88,3 mm. Meskipun demikian, perubahan tidak terjadi secara seragam pada seluruh stasiun, sehingga hasil tersebut diinterpretasikan sebagai variasi antarperiode dan bukan sebagai tren jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IDW menggunakan QGIS dapat memberikan gambaran spasial mengenai distribusi curah hujan dan membantu mengestimasi kondisi pada wilayah yang tidak memiliki stasiun pengamatan langsung.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Curah hujan, Interpolasi, Inverse Distance Weighted (IDW), QGIS, Papua Barat, Papua Barat Daya. |
| Subjects: | Computer Science > Information systems (Sistem informasi) Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Sistem Informasi |
| Depositing User: | Firman Panggala |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 08:15 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 08:15 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14036 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

