Analisis Pengendalian Kualitas Produk Tahu Menggunakan Metode Six Sigma DMAIC Di Pabrik XYZ

Nafilah, Khairunnisa (2026) Analisis Pengendalian Kualitas Produk Tahu Menggunakan Metode Six Sigma DMAIC Di Pabrik XYZ. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
00. Cover (6).pdf - Accepted Version

Download (528kB)
[thumbnail of BAB I-III] Text (BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (545kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (204kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version

Download (179kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (302kB) | Request a copy

Abstract

Tahu merupakan produk pangan berbahan kedelai yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia sehingga penerimaannya sangat bergantung pada konsistensi kualitas. Proses produksi tahu di Pabrik XYZ masih didominasi oleh aktivitas manual sehingga rentan terhadap variasi yang diindikasikan sebagai penyebab timbulnya defect, dan setiap produk defect yang dihasilkan menimbulkan kerugian dari sisi operasional dan finansial akibat hilangnya potensi pendapatan penjualan. Kondisi tersebut, ditambah belum adanya pengukuran kinerja proses secara kuantitatif, menjadikan penelitian pengendalian kualitas yang lebih terukur ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini menganalisis pengendalian kualitas produksi tahu menggunakan pendekatan Six Sigma DMAIC berdasarkan data populasi produksi selama delapan minggu 150.875 pcs diproduksi, 16.833 pcs defect, atau 11,16%. Pada tahap Define ditetapkan empat karakteristik Critical to Quality (CTQ), yaitu ukuran, tekstur, kebersihan, dan aroma. Tahap Measure menghasilkan nilai rata-rata DPMO sebesar 27.935,09 dengan level sigma 3,41 berada dalam kinerja rata-rata industri, sedangkan p-chart menunjukkan proses terkendali secara statistik dengan variasi bersifat common cause. Tahap Analyze mengidentifikasi tahu kotor dan tahu lembek sebagai defect dominan ±80% dari total defect, dengan akar penyebab pada faktor metode, mesin, manusia, pengukuran, dan lingkungan seperti belum adanya standar sanitasi, cetakan aus, teknik pengadukan tidak konsisten, dan alat ukur takaran biang tahu yang belum terstandardisasi. Tahap Improve mengusulkan perbaikan seperti aturan kebersihan, jadwal penggantian alat, penanda posisi alat press, dan alat ukur bertakaran tetap, sementara tahap Control merekomendasikan checklist inspeksi berkala dan standar visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Six Sigma DMAIC dapat secara sistematis mengukur kinerja kualitas, mengidentifikasi akar penyebab defect dominan, serta merumuskan perbaikan praktis yang berpotensi menurunkan tingkat defect dan kerugian finansial pada industri tahu skala kecil-menengah apabila diterapkan konsisten.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Six Sigma, DMAIC, quality control, defect, tofu
Subjects: Industrial & Manufacturing Engineering > Quality control (Pengendalian mutu / Quality Control)
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Industri
Depositing User: Khairunnisa Nafilah
Date Deposited: 08 Sep 2026 09:33
Last Modified: 08 Sep 2026 09:33
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14353

Actions (login required)

View Item View Item