Khairunisa, Afifah (2026) Analisis Peran Influencer Marketing Melalui eWOM Dalam Membentuk FOMO Gen Z (Studi Kasus Promosi Produk Serum Spray Skintific di TikTok). Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (837kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (31MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (141kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB Daftar Pustaka)
04. BAB Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (139kB) |
|
|
Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Maraknya eWOM di TikTok, yang dipicu peran influencer marketing pada persaingan segmen spray serum antara d'Alba dan Skintific, menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana FOMO terbentuk di kalangan Generasi Z terhadap Skintific Radiance Booster Serum Spray. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berlandaskan konstruktivisme sosial, data digali dari wawancara semi-terstruktur lima informan Gen Z di Jakarta yang dipilih secara purposive, dilengkapi observasi dan dokumentasi konten TikTok, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta divalidasi melalui triangulasi sumber, teknik, dan seorang triangulator akademisi. Temuan memperlihatkan bahwa eWOM bekerja melalui rangkaian pintu masuk yang saling menopang: intensitas keterpaparan pasif-algoritmik di For You Page, valensi opini positif, serta preferensi format konten personal seperti Get Ready With Me. FOMO yang muncul terbagi pada dua kutub audiens, kelompok interdependen yang rentan tekanan sosial dan validasi kolektif, serta kelompok independen yang mengutamakan pertimbangan pribadi, sementara deprivasi relatif pada konteks kecantikan cenderung bersifat aspirasional ketimbang menekan. Attractiveness gaya penyampaian influencer terbukti berlaku merata pada kedua kutub, sedangkan trustworthiness dan expertise Doktif menempatkannya sebagai Key Opinion Leader dengan bobot kepercayaan tinggi meski rentan guncangan reputasi. Kekuatan eWOM dalam memicu FOMO pada Gen Z pada akhirnya merupakan hasil interaksi spesifik antara karakter psikologis generasi ini dan mekanisme algoritmik TikTok, bukan pola yang berlaku universal pada seluruh konsumen digital.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | eWOM, FOMO, Influencer Marketing |
| Subjects: | Communication Science Communication Science > Marketing Communications Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Afifah Khairunisa |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 04:24 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 04:24 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14592 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

