Fadhalna, Mhd (2026) Analisis Konsentrasi Particulate Matter 2,5 dan 10 Serta Tingkat Kebisingan Di Area Kerja Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) Pada Proyek Konstruksi Data Center PT XYZ. Tugas Akhir (S1) - thesis, UNIVERSITAS BAKRIE.
|
Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I - BAB III)
01. BAB I - BAB III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (665kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (213kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. BAB Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (185kB) |
|
|
Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Aktivitas Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) pada proyek konstruksi data center menghasilkan partikulat dan kebisingan dari sumber yang sama pada waktu yang bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi Particulate Matter (PM)2.5 dan PM10 serta tingkat kebisingan di area kerja MEP, menilai kesesuaiannya terhadap acuan yang digunakan, dan merumuskan rekomendasi pengendalian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif observasional, yang dilakukan pada 15 titik pengukuran yang dipilih secara purposif di enam zona MEP. Pengukuran dilakukan pada dua sesi kerja dengan tiga kali pengulangan, sehingga diperoleh 90 pembacaan untuk masing-masing parameter. Konsentrasi partikulat diukur menggunakan HTI HT-9600, sedangkan tingkat kebisingan diukur menggunakan Fluke 945 Sound Level Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 berkisar antara 20,67–53,33 µg/m³ dan PM10 berkisar antara 67,00–350,00 µg/m³. Seluruh 30 titik-sesi menunjukkan konsentrasi di atas nilai panduan WHO Air Quality Guidelines 2021, yaitu sebesar 1,38–3,56 kali untuk PM2.5 dan 1,49–7,78 kali untuk PM10, dengan catatan bahwa perbandingan tersebut bersifat indikatif. Titik dengan konsentrasi partikulat tertinggi adalah T-04 dan T-05, sedangkan kelompok Prioritas 1 berdasarkan tingkatan interim target WHO mencakup T-04, T-05, T-06, T-10, T-12, dan T-14 pada sesi pagi. Tingkat kebisingan berkisar antara 71,07–96,87 dBA, dengan 14 dari 30 titik-sesi melampaui Nilai Ambang Batas 85 dBA berdasarkan Permenaker Nomor 5 Tahun 2018, sehingga durasi pajanan yang diperkenankan menyusut menjadi 31 menit–4 jam 25 menit. Multipaparan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai pelampauan dua kelompok faktor bahaya yang berbeda sifatnya, yaitu partikulat dan kebisingan. Dalam klasifikasi partikulat, PM10 digunakan sebagai representasi paparan partikulat karena mencakup PM2.5 sebagai fraksi partikulat halus. Berdasarkan kriteria tersebut, 14 dari 30 titik-sesi dikategorikan sebagai multipaparan partikulat–kebisingan, sedangkan 16 titik-sesi lainnya merupakan paparan tunggal partikulat. Prioritas pengendalian kebisingan tertinggi ditemukan pada T-10 dan T-14. Rekomendasi pengendalian disusun berdasarkan hierarki pengendalian risiko dengan mempertimbangkan karakteristik sumber dan kondisi paparan pada area kerja MEP. Kata kunci: kebisingan, ko-eksposur, multipaparan PM2.5, PM10.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kebisingan, ko-eksposur, multipaparan PM2.5, PM10. |
| Subjects: | Environmental Science and Technology > Air -- Pollution (Pencemaran udara) Environmental Science and Technology > Noise pollution (Polusi suara) Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | Mhd Fadhalna |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 08:00 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 08:00 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14857 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

