Pahanael, Lidya Ratmell S (2026) PERAN NCB INTERPOL INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN TRANSNASIONAL TERHADAP WNI DI KAMBOJA: STUDI SMUGGLING – TRAFFICKING NEXUS TAHUN 2025 – 2026. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (00. Cover.pdf)
00. Cover.pdf - Accepted Version Download (406kB) |
|
|
Text (01. BAB I-BAB III.pdf)
01. BAB I-BAB III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (02. BAB IV.pdf)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (03. BAB V.pdf)
03. BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (161kB) | Request a copy |
|
|
Text (04. BAB Daftar Pustaka.pdf)
04. BAB Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (117kB) |
|
|
Text (05. Lampiran.pdf)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas peran NCB Interpol Indonesia dalam penanggulangan kejahatan transnasional yang menjerat Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja pada periode 2025-2026, dengan fokus pada keterkaitan (nexus) antara people smuggling dan human trafficking (TPPO). Fenomena ini menjadi perhatian serius karena korban kerap memulai perjalanan sebagai kasus people smuggling sebelum bertransisi menjadi korban TPPO dan online scam setibanya di Kamboja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, didukung data primer dari wawancara semi-terstruktur dengan dua informan kunci (NCB Interpol Indonesia dan Atase Kepolisian RI), serta data sekunder dari dokumen resmi, laporan lembaga internasional. Kerangka teori yang digunakan meliputi neorealisme, transnational crime theory, konsep efektivitas penegakan hukum (Friedman, 1975; Tyler, 1990, 2003), human security, dan spider web crime. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smuggling-trafficking nexus WNI di Kamboja beroperasi melalui jaringan terdesentralisasi (spider web criminality) yang memanfaatkan visa wisata dan platform digital, didominasi korban usia produktif 20-30 tahun. NCB Interpol Indonesia berperan aktif melalui pertukaran informasi, Red Notice, operasi bersama dan fasilitasi repatriasi, namun efektivitas perannya diukur melalui empat dimensi (proses, output, penegakan, perlindungan korban), masih dibatasi oleh keterbatasan kapasitas intelijen, ketergantungan pada kemauan politik negara mitra, serta kepentingan ekonomi-politik Kamboja yang turut mendorong kaburnya batas kategori smuggling dan trafficking dalam penanganan kasus. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas intelijen lintas yurisdiksi, sinergi antarlembaga, dan peningkatan diplomasi penegakan hukum untuk mendukung penanggulangan smuggling-trafficking nexus secara lebih efektif.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | NCB Interpol Indonesia, smuggling-trafficking nexus, WNI, Kamboja, spider web crime, efektivitas penegakan hukum |
| Subjects: | Social Sciences Political Science and International Relations > Security, International (Keamanan internasional) Political Science and International Relations > State, The (Negara / Teori tentang negara) Political Science and International Relations > Civil society (Masyarakat sipil Political Science and International Relations > Diplomacy (Diplomasi dan negosiasi antarnegara) Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Lidya Ratmell Sadesna Pahanael |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 04:19 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 04:19 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14912 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

