Nugraha, Aprilian Adhi (2026) Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko pada Pekerjaan Panas Fabrikasi Tangki Air di PT X. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00. COVER.pdf - Accepted Version Download (908kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (576kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (152kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (156kB) |
|
|
Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Pekerjaan panas (hot work) pada fabrikasi tangki air memiliki risiko tinggi karena melibatkan pengelasan, pemotongan, dan penggerindaan yang menghasilkan panas, percikan api, asap las, dan kebisingan. Berdasarkan analisis data kecelakaan pada periode 2023-2025 dan tabel kejadian, terdapat 3 kecelakaan kerja yang berkaitan dengan pekerjaan panas dari total 16 kasus kecelakaan kerja, sehingga pekerjaan panas berkontribusi sebesar 18,75% terhadap seluruh kejadian kecelakaan yang tercatat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan pengendalian risiko pada pekerjaan panas fabrikasi tangki air di PT X menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan telaah dokumen perusahaan. Penilaian risiko menggunakan matriks AS/NZS 4360:1999 berdasarkan parameter likelihood dan consequence. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 tahapan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya. Dari hasil penilaian risiko, ditemukan 7 aktivitas berkategori high risk, yaitu persiapan material, cutting plate, pengelasan shell tank, pekerjaan di dalam tangki (confined space), bekerja di ketinggian, pengelasan roof plate, dan grinding. Aktivitas paling kritis adalah pekerjaan panas di dalam confined space karena berpotensi menyebabkan kekurangan oksigen, keracunan gas, heat stress, hingga kematian. Pengendalian risiko yang diterapkan meliputi ventilasi mekanis, Hot Work Permit, Confined Space Entry Permit, gas test, fire watch, penggunaan scaffolding standar, dan APD. Hasil penilaian ulang HIRADC menunjukkan bahwa pengendalian yang diterapkan menurunkan tingkat risiko menjadi kategori Low, Hasil penilaian ulang HIRADC menunjukkan bahwa pengendalian yang diterapkan menurunkan tingkat risiko menjadi kategori Low pada proses fabrikasi tangki air di PT X.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HIRADC, pekerjaan panas, fabrikasi tangki air, identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, keselamatan dan kesehatan kerja (K3). |
| Subjects: | Industrial & Manufacturing Engineering > Industrial safety (Keselamatan dan Kesehatan Kerja / K3 di industri) Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | Aprilian Adhi Nugraha |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 04:08 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 04:08 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/15178 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

