Andini, Tiara Putri (2026) Diplomasi Mineral Indonesia Pasca Larangan Ekspor Material Mentah Tahun 2020. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
Cover.pdf - Accepted Version Download (339kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (541kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (514kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (189kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (225kB) |
|
|
Text (Lampiran)
05 LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (81kB) | Request a copy |
Abstract
Kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang diberlakukan Indonesia sejak 1 Januari 2020 menandai pergeseran penting dalam pengelolaan sumber daya mineral nasional. Sebagai pemilik cadangan nikel terbesar dan produsen sekitar 59 persen nikel dunia, Indonesia memanfaatkan kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah domestik dan memperkuat posisi tawar dalam rantai pasok global di tengah naiknya permintaan mineral kritis untuk kendaraan listrik. Kebijakan tersebut memicu respons yang beragam dari mitra dagang, mulai dari gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia hingga gelombang investasi smelter. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Indonesia menggunakan diplomasi mineral sebagai instrumen untuk mengamankan kebijakan hilirisasi nikel demi mempertahankan kepentingan nasional pada periode 2020–2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumen atas peraturan, laporan resmi pemerintah, data perdagangan dan investasi, publikasi lembaga internasional, serta literatur akademik. Analisis dilakukan dengan kerangka diplomasi sumber daya (resource diplomacy) dari sudut pandang negara eksportir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menjalankan satu kebijakan domestik yang sama, tetapi memakai empat pendekatan diplomasi mineral yang berbeda sesuai kebutuhan nasionalnya, yaitu relokasi investasi dengan Cina, integrasi rantai pasok dengan Korea Selatan, kerangka institusional dengan Australia, serta litigasi dan keterkaitan isu dengan Uni Eropa. Tingkat realisasi keempat pendekatan tersebut tidak merata, dan keberhasilannya menyimpan risiko ketergantungan berlapis terhadap modal, teknologi, dan pasar Cina.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | diplomasi mineral, negara eksportir, hilirisasi nikel, resource diplomacy, diferensiasi mitra |
| Subjects: | Political Science and International Relations > Diplomacy (Diplomasi dan negosiasi antarnegara) Political Science and International Relations > International economic relations (Hubungan ekonomi internasional) Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Tiara Putri Andini |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 04:39 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 04:39 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/15245 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

