ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN PENGELASAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA VAI 4 PLANT PT BAKRIE PIPE INDUSTRIES

Hanifa, Yafi Wali (2015) ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN PENGELASAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA VAI 4 PLANT PT BAKRIE PIPE INDUSTRIES. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version

Download (545kB)
[thumbnail of BAB I-III] Text (BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (749kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (631kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (13kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. BAB DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (17kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (154kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian tugas akhir ini dilakukan pada PT Bakrie Pipe Industries yang merupakan perusahaan manufaktur penghasil pipa baja dan telah menerapkan pemeliharaan preventif. Terkait dengan penerapan pemeliharaan tersebut, ternyata ditemui adanya frekuensi kerusakan (breakdown) yang cukup tinggi pada mesin high frequency welding di antara mesin-mesin produksi lainnya. Pada penelitian ini digunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengevaluasi efektivitas mesin tersebut dengan menghitung availability ratio, performance ratio, dan quality ratio-nya. Dari hasil perhitungan didapat Nilai OEE mesin high frequency welding 67%, yaitu masih dibawah standar world class OEE sebesar 85%. Faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE tersebut adalah akibat rendahnya nilai performance ratio sebesar 79% serta reduced speed losses yaitu 18%. Selanjutnya untuk mengetahui akar penyebab permasalahan tersebut dilakukan analisis critical downtime dengan menggunakan diagram pareto serta diagram sebab dan akibat. Berdasarkan hasil semua analisis di atas ditemukan welding trip, impeder problem, dan base nose problem sebagai critical downtime. Disimpulkan penyebab ketiga masalah di atas, faktor utamanya adalah belum diadakannya pelatihan terkait penanganan mesin. Pada penelitian ini juga disarankan penerapan autonomous maintenance disamping pelatihan terjadwal terhadap operator yang terkait.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Pemeliharaan, OEE, Enam kerugian utama, Diagram Pareto, Diagram Sebab dan Akibat.
Subjects: Industrial & Manufacturing Engineering > Operation Risk Analysis
Industrial & Manufacturing Engineering > Quality control (Pengendalian mutu / Quality Control)
Industrial & Manufacturing Engineering > Production engineering (Teknik produksi)
Divisions: Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Teknik Industri
Depositing User: Irfan Saleh
Date Deposited: 28 Oct 2026 07:17
Last Modified: 28 Oct 2026 07:17
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/15350

Actions (login required)

View Item View Item