ANALISIS RESEPSI PEMAKNAAN GENERASI Z TENTANG KONTEN FLEXING GAYA HIDUP MEWAH TRADER TIMOTHY RONALD DI INSTAGRAM

Hakim, Raid Naufal (2026) ANALISIS RESEPSI PEMAKNAAN GENERASI Z TENTANG KONTEN FLEXING GAYA HIDUP MEWAH TRADER TIMOTHY RONALD DI INSTAGRAM. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version

Download (815kB)
[thumbnail of BAB I-III] Text (BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (748kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (111kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
04. Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version

Download (201kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas fenomena flexing gaya hidup mewah yang secara konsisten ditampilkan oleh Timothy Ronald, seorang financial influencer dan pendiri Akademi Crypto yang dijuluki "Raja Kripto Indonesia", di akun Instagram pribadinya. Konten flexing tersebut, yang mencakup kepemilikan mobil mewah, jam tangan eksklusif, jet pribadi, hingga kedekatan dengan tokoh berpengaruh seperti Hotman Paris, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan visual, tetapi turut memengaruhi keputusan finansial audiensnya, sebagaimana tercermin dari kasus pelaporan Timothy Ronald ke pihak kepolisian pada Januari 2026 yang mayoritas pelapornya berasal dari kalangan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Generasi Z memaknai konten flexing gaya hidup mewah tersebut melalui tiga posisi pembacaan Stuart Hall, yaitu dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis resepsi, melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan Generasi Z yang dipilih secara purposive sampling, serta triangulasi dengan seorang narasumber akademisi dan praktisi komunikasi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi dominant reading muncul pada elemen tertentu dari konten, khususnya pada elemen material dan finansial, namun tidak pernah menjadi posisi tetap yang melekat pada satu informan secara menyeluruh. Posisi negotiated reading paling banyak ditemukan, ditandai dengan penerimaan bersyarat terhadap kemampuan Timothy Ronald yang disertai kesadaran akan fungsi pembentukan citra di balik konten yang ditampilkan. Sementara itu, posisi oppositional reading muncul melalui penolakan yang didasarkan pada ketiadaan bukti data, kritik terhadap cara promosi, hingga penilaian atas implikasi sosial dari pesan yang disampaikan. Penelitian ini juga menemukan bahwa Generasi Z memahami konten Timothy Ronald sebagai hasil konstruksi dan pengemasan yang sengaja diproduksi sebagai tontonan untuk menarik perhatian audiens, sejalan dengan konsep spectacle society Guy Debord, alih-alih sebagai dokumentasi kehidupan pribadi yang alami. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Generasi Z merupakan audiens aktif yang memaknai konten flexing secara elementer dan kontekstual, bukan menerima atau menolaknya secara mutlak dan seragam.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: analisis resepsi, flexing, financial influencer, generasi Z, Instagram, Stuart Hall
Subjects: Communication Science
Communication Science > Digital media (Media digital)
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Raid Naufal Hakim
Date Deposited: 14 Sep 2026 09:16
Last Modified: 14 Sep 2026 09:16
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14630

Actions (login required)

View Item View Item