REPRESENTASI DYSFUNCTIONAL FAMILY DALAM FILM RUMAH UNTUK ALIE

Aldorauli, Sarah (2026) REPRESENTASI DYSFUNCTIONAL FAMILY DALAM FILM RUMAH UNTUK ALIE. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
00 cover.pdf - Accepted Version

Download (663kB)
[thumbnail of BAB I-III] Text (BAB I-III)
01 BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (817kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02 BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (391kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03 BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (128kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
04 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (124kB) | Request a copy
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
05 LAMPIRAN.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Fenomena dysfunctional family merupakan fenomena yang masih sering terjadi Indonesia. Fenomena dysfunctional family dapat terjadi kepada setiap jenis keluarga, tanpa memandang status sosial, ekonomi, agama, ataupun latar belakang budaya, baik keluarga kaya maupun miskin, atau keluarga lengkap, harmonis, maupun keluarga tunggal. Selain itu, fenomena dysfunctional family juga dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, baik di lingkungan masyarakan, terutama dan di lingkungan keluarga. Banyak kasus dan data yang menunjukkan bahwa fenomena dysfunctional family juga terjadi di kehidupan sehari-hari di setiap jenis keluarga. Realitas fenomena dysfunctional family yang terjadi di lingkungan keluarga direpresentasikan dalam film Rumah Untuk Alie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan desain penelitian deskriptif, untuk menjelaskan secara deatil bagaimana gambaran dari dysfunctional family yang ada dalam film Rumah Untuk Alie akibat ketiadaan sosok ibu. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode semiotika Ferdinand de Saussure, untuk mendeskripsikan dysfunctional family akibat ketiadaan sosok ibu dengan menggunakan sistem tanda semiotika yang meliputi penanda (what you see), dan petanda (interpretation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Rumah Untuk Alie merepresentasikan fenomena dysfunctional family yang dipicu oleh ketiadaan bunda Gianla sebagai perekat dan mediator emosional dalam keluarga Abimanyu. Temuan dan diskusi dari penelitian mengidentifikasi tiga tanda dysfunctional family, yaitu eksploitasi dan pengabaian hak anak, scapegoating, serta intimidasi dan teror domestik. Ketiga tanda tersebut saling berkaitan dan membentuk sistem keluarga tertutup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah film Rumah Untuk Alie memang menggambarkan fenomena dysfunctional family oleh hilangnya sosok bunda Gianla sebagai perekat emosional dalam keluarga. Melalui analisis akademisi film dan psikolog, kondisi ini digambarkan secara visual lewat ruang-ruang sempit yang memberikan kesan tertekan, yang akhirnya merusak kesehatan mental Alie serta merampas haknya untuk tumbuh dan belajar di lingkungan yang aman.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Representasi, dysfunctional family, semiotika Ferdinand de Saussure, film, ketiadaan sosok ibu
Subjects: Communication Science > Semiotics and Consumer Culture
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Sarah Aldorauli
Date Deposited: 27 Feb 2026 08:04
Last Modified: 27 Feb 2026 08:04
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/13264

Actions (login required)

View Item View Item