Sulihtyaningrum, Eli (2026) PRAKTIK KOMUNIKASI PELAYANAN PUBLIK DALAM MASYARAKAT MULTIBAHASA: STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI DI DESA JATIMULYO KABUPATEN JEMBER. Tesis (S2) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00 Cover.pdf - Accepted Version Download (252kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
01 BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (333kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02 BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (537kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03 BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (169kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04 Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (152kB) |
|
|
Text (Lampiran)
05 Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (975kB) | Request a copy |
Abstract
Pelayanan publik pada masyarakat multibahasa memerlukan strategi komunikasi yang mampu mengakomodasi keberagaman bahasa dan budaya masyarakat. Desa Jatimulyo, Kabupaten Jember, merupakan desa multikultural yang masyarakatnya menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dialek Jember, Bahasa Madura, dan Bahasa Megelen dalam kehidupan sehari-hari. Keberagaman tersebut memengaruhi praktik komunikasi antara aparatur desa dan masyarakat dalam proses pelayanan administrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik komunikasi pelayanan publik dalam masyarakat multibahasa di Desa Jatimulyo menggunakan pendekatan Etnografi Komunikasi Dell Hymes melalui komponen SPEAKING. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap aparatur desa serta masyarakat pengguna layanan administrasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diinterpretasikan menggunakan model SPEAKING Dell Hymes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi pelayanan publik berlangsung secara adaptif melalui penyesuaian bahasa berdasarkan karakteristik masyarakat yang dilayani. Aparatur desa menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa administrasi, kemudian melakukan alih kode, campur kode, dan penyesuaian bahasa ke Bahasa Jawa maupun Bahasa Madura sesuai kebutuhan komunikasi. Efektivitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh penggunaan bahasa resmi, tetapi juga oleh kemampuan aparatur membangun pemahaman bersama melalui klarifikasi, pengulangan informasi, dan penyederhanaan istilah administrasi. Hambatan komunikasi lebih banyak disebabkan oleh rendahnya literasi administrasi masyarakat dibandingkan perbedaan bahasa. Kebaruan penelitian ini adalah ditemukannya Model Komunikasi Pelayanan Publik Adaptif pada Masyarakat Multibahasa, yang menggambarkan tahapan identifikasi karakteristik masyarakat, adaptasi bahasa, edukasi administratif, negosiasi makna, hingga tercapainya shared understanding sebagai dasar terciptanya pelayanan publik yang efektif dan inklusif. Model ini memperkaya kajian etnografi komunikasi dalam konteks pelayanan publik pada masyarakat multibahasa. Kata Kunci: : komunikasi pelayanan publik, masyarakat multibahasa, etnografi komunikasi, SPEAKING Dell Hymes, adaptasi bahasa.
| Item Type: | Thesis (Tesis (S2) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komunikasi pelayanan publik, masyarakat multibahasa, etnografi komunikasi, SPEAKING Dell Hymes, adaptasi bahasa. |
| Subjects: | Communication Science > Intercultural communication (Komunikasi antarbudaya) Thesis > Thesis (S2) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Magister Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Eli Sulihtyaningrum |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 03:57 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 03:57 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14940 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

