Yurizal, Muhamad Al Adiyat Putra (2026) Hubungan Dagang Indonesia Dengan Uni Eropa Pasca Kebijakan Hilirisasi Nikel Indonesia 2020-2025. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00 COVER.pdf - Accepted Version Download (636kB) |
|
|
Text (Bab 1,2,3)
BAB 1,2,3.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (480kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV Hasil dan Pembahasan)
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (357kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V Kesimpulan)
BAB V KESIMPULAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (224kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUStAKA.pdf - Accepted Version Download (278kB) |
|
|
Text
SEMUA LAMPIRAN..pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (474kB) | Request a copy |
Abstract
Larangan ekspor bijih nikel yang berlaku sejak 1 Januari 2020 dan kewajiban pengolahan di dalam negeri menunjukkan peran negara yang kuat dalam mengendalikan sumber daya strategis untuk membangun industri dan menangkap nilai tambah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hilirisasi sebagai praktik neomerkantilisme, menganalisis dampaknya terhadap dinamika hubungan dagang Indonesia-UE, dan menelaah respons UE serta perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari dokumen kebijakan, dokumen WTO, regulasi UE, laporan lembaga, dan pemberitaan kredibel, kemudian dianalisis melalui analisis isi dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilirisasi nikel memenuhi ciri neomerkantilisme melalui intervensi negara, orientasi nilai tambah, promosi industri domestik, dan pengutamaan keuntungan relatif. Kebijakan ini memengaruhi hubungan dagang dengan UE terutama melalui sengketa WTO DS592, penggunaan instrumen pembelaan perdagangan atas produk baja, serta penguatan regulasi hijau dan keamanan pasokan mineral kritis oleh UE. Pengaruh terhadap volume perdagangan bilateral bersifat terbatas karena pasar utama produk nikel olahan Indonesia berada di Asia. Respons UE juga mengandung unsur proteksi dan keamanan ekonomi, sehingga hubungan kedua pihak dapat dibaca sebagai benturan dua logika kepentingan. Perundingan IEU-CEPA berfungsi sebagai mekanisme pengelolaan konflik yang memberi ruang kompromi, tetapi tidak menghapus seluruh instrumen perlindungan maupun sengketa yang tersisa.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hilirisasi nikel, neomerkantilisme, hubungan dagang Indonesia-Uni Eropa, sengketa WTO DS592, IEU-CEPA |
| Subjects: | Political Science and International Relations > International economic relations (Hubungan ekonomi internasional) Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Muhamad Al Adiyat Putra Yurizal |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 02:58 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 02:58 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/15344 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

