Post-Run Coffee sebagai Praktik Konsumsi Simbolik pada Pelari di Jakarta Pusat

Nur Syauqie, Faiz Ihsan Milandani (2026) Post-Run Coffee sebagai Praktik Konsumsi Simbolik pada Pelari di Jakarta Pusat. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
3_merged.pdf - Accepted Version

Download (940kB)
[thumbnail of BAB 1-3] Text (BAB 1-3)
BAB 1-3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (832kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (451kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (235kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version

Download (199kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (683kB) | Request a copy

Abstract

Fenomena post-run coffee semakin banyak ditemukan seiring berkembangnya budaya lari di kawasan perkotaan, khususnya Jakarta Pusat. Aktivitas ini tidak hanya dilakukan sebagai bentuk konsumsi setelah berolahraga, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman sosial yang menyertai aktivitas lari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik post-run coffee dimaknai sebagai bentuk konsumsi simbolik melalui aktivitas, interaksi, dan proses pembentukan makna di kalangan pelari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima pelari aktif di Jakarta Pusat dan satu triangulator dari pihak pengelola coffee shop. Analisis penelitian menggunakan kajian komunikasi sebagai proses pembentukan makna, perilaku konsumen, konsumsi simbolik, serta konsep komunikasi sebagai proses signifikasi dan diferensiasi sosial yang dikaitkan dengan pemikiran Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa post-run coffee dimaknai secara beragam sebagai ruang untuk membangun relasi, menikmati kebersamaan, memberikan self-reward, mengeksplorasi pengalaman, serta memperoleh kenyamanan dan waktu beristirahat setelah berlari. Nilai simbolik tidak terutama terletak pada kopi sebagai produk, tetapi pada kebersamaan, percakapan, relasi, dan pengalaman yang menyertai aktivitas tersebut. Perbedaan pemaknaan juga terlihat pada preferensi pelari terhadap coffee shop, seperti lokasi, kenyamanan, suasana, kebiasaan, merek, dan keinginan mencoba tempat baru. Perbedaan tersebut menunjukkan diferensiasi sosial yang lebih berkaitan dengan gaya hidup, preferensi, kebutuhan, dan orientasi sosial daripada status ekonomi. Post-run coffee juga menjadi ruang komunikasi yang memungkinkan pelari bertukar pengalaman, mengomunikasikan preferensi dan identitas, serta membangun afiliasi sosial melalui interaksi. Temuan penelitian ini terbatas pada pengalaman lima informan pelari di Jakarta Pusat sehingga tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasi pemaknaan post-run coffee pada seluruh pelari atau wilayah lain.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Konsumsi Simbolik, Post-Run Coffee, Pelari, Gaya Hidup, Jean Baudrillard.
Subjects: Communication Science
Customer Behavior
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
Depositing User: Faiz Ihsan Milandani Nur Syauqie
Date Deposited: 01 Sep 2026 09:56
Last Modified: 01 Sep 2026 09:56
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14119

Actions (login required)

View Item View Item