Pemaknaan Konsumen atas Kebijakan Pembayaran QRIS melalui Unggahan Klarifikasi Resmi pada Akun Instagram Roti'O

Sibuea, Nabhilla Shifa (2026) Pemaknaan Konsumen atas Kebijakan Pembayaran QRIS melalui Unggahan Klarifikasi Resmi pada Akun Instagram Roti'O. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version

Download (3MB)
[thumbnail of BAB I-III] Text (BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (151kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
04. BAB Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version

Download (133kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini membahas pemaknaan konsumen atas kebijakan pembayaran QRIS melalui unggahan klarifikasi resmi pada akun Instagram Roti’O. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana konsumen memaknai kebijakan pembayaran QRIS yang dikomunikasikan melalui unggahan klarifikasi resmi pada akun Instagram Roti’O berdasarkan model Encoding-Decoding Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi resepsi khalayak. Data primer diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) secara daring dengan tujuh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang relevan dengan penelitian. Penelitian ini juga menggunakan wawancara dengan dua triangulator untuk memperkuat hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tiga posisi resepsi konsumen, yaitu Dominant-Hegemonic Position, Negotiated Code, dan Oppositional Code. Lima informan berada pada posisi Negotiated Code, satu informan pada posisi Dominant-Hegemonic Position, dan satu informan pada posisi Oppositional Code. Posisi Negotiated Code menjadi posisi yang paling dominan karena konsumen menerima penggunaan QRIS sebagai bentuk kemudahan dan perkembangan pembayaran digital, tetapi tetap mengharapkan adanya pilihan pembayaran tunai. Proses pemaknaan konsumen juga dibentuk oleh frameworks of knowledge, relations of production, dan technical infrastructure. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan terhadap digitalisasi pembayaran tidak selalu berarti penerimaan secara penuh terhadap penerapan kebijakan, karena konsumen dapat menyesuaikan pemaknaannya berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan kondisi yang mereka miliki.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Pemaknaan Konsumen, QRIS, Encoding-Decoding, Studi Resepsi, Instagram, Roti’O
Subjects: Communication Science > Cultural Studies
Communication Science > Communication -- Methodology (Metodologi penelitian komunikasi)
Communication Science > Digital media (Media digital)
Communication Science > Marketing Communications
Communication Science > Social media (Media sosial)
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Nabhilla Shifa Sibuea
Date Deposited: 01 Sep 2026 08:57
Last Modified: 01 Sep 2026 08:57
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14147

Actions (login required)

View Item View Item