Afeksi Publik dalam Konten Humor Politik “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono di Media Sosial

Taufik, Unirma M. (2026) Afeksi Publik dalam Konten Humor Politik “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono di Media Sosial. Tesis (S2) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (407kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB I - BAB III] Text (BAB I - BAB III)
BAB I - BAB III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (676kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
BAB 5 Uni.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (187kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka Uni.pdf - Accepted Version

Download (170kB)

Abstract

Media sosial membuat humor politik tidak lagi berhenti sebagai tontonan, tetapi juga menjadi ruang bagi publik untuk menyampaikan respons dan penilaian terhadap persoalan yang dibicarakan. Penelitian ini bertujuan memahami bentuk afeksi publik, proses terbentuknya emosi kolektif, serta konteks yang melatarbelakangi keduanya dalam percakapan mengenai Mens Rea Pandji Pragiwaksono. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivis, dan metode netnografi terhadap 6.645 komentar dari 20 unggahan di Instagram, TikTok, Threads, dan X. Data dianalisis melalui open coding, pembentukan kategori, pembacaan lintas platform, triangulasi sumber, dan visualisasi jaringan sebagai alat bantu interpretasi. Penelitian menemukan sepuluh kategori afeksi, dengan Sinisme/Sarkasme paling dominan sebanyak 1.848 komentar (27,81%), diikuti Dukungan 1.465 komentar (22,05%) serta Humor dan Hiburan 1.282 komentar (19,29%). Dominasi Sinisme/Sarkasme memperlihatkan bahwa ironi, sindiran, ejekan, dan humor banyak digunakan untuk menyampaikan kritik dan pandangan terhadap berbagai pihak. Emosi kolektif dapat dikenali ketika ekspresi tersebut terus berulang, ditanggapi, didukung, diperdebatkan, dan digunakan kembali lintas akun maupun platform. Kolektivitas tidak berarti seluruh pengguna memiliki emosi yang sama, tetapi terlihat dari ekspresi yang saling terhubung dan memperoleh resonansi. Proses ini juga berkaitan dengan konteks politik, ekonomi, sosial-keagamaan, dan sosial-budaya, serta posisi Pandji, pengalaman pengguna, dan sirkulasi percakapan di media sosial. Dalam perspektif Affective Publics Papacharissi (2015), temuan ini menunjukkan publik yang beragam dan saling terhubung. Keunikan penelitian terlihat ketika satire dari panggung digunakan kembali oleh publik untuk menyampaikan kritik, dukungan, sindiran, dan penilaian dalam percakapan digital.

Item Type: Thesis (Tesis (S2) - )
Uncontrolled Keywords: afeksi publik, Affective Publics, humor politik, media sosial, netnografi, Mens Rea.
Subjects: Communication Science > Communication -- Methodology (Metodologi penelitian komunikasi)
Communication Science > Communication in politics (Komunikasi politik)
Communication Science > Social media (Media sosial)
Thesis > Thesis (S2)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Magister Ilmu Komunikasi
Depositing User: Unirma M. Taufik
Date Deposited: 17 Sep 2026 01:46
Last Modified: 17 Sep 2026 01:46
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14821

Actions (login required)

View Item View Item