Utami, Sri (2026) Pengembangan Model Green Procurement Berbasis E-Procurement: Analisis Efisiensi Sumber Daya Dan Pengurangan Carbon Footprint Di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Tesis (S2) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (COVER)
00.cover.pdf - Accepted Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I-III)
01.BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02.BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (880kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03.BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (337kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
04.DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version Download (286kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
05.LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (21MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak penerapan e-procurement terhadap efisiensi penggunaan sumber daya dan pengurangan carbon footprint dalam mendukung green procurement di lingkungan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) periode 2023–2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif dan environmental impact assessment (EIA). Data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), data realisasi anggaran, serta dokumen Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), dan divalidasi melalui triangulasi wawancara terhadap 23 narasumber yang terdiri atas Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), Pejabat Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (JF PPBJ), Pengelola LPSE, Anggota UKPBJ, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Konsumsi kertas, toner, energi listrik, dan bahan bakar minyak (BBM) dikonversi menjadi nilai emisi karbon (ton CO₂e) menggunakan faktor emisi yang mengacu pada pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan faktor emisi ketenagalistrikan nasional. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi kertas mengalami penurunan signifikan dari tahun 2023-2025 yaitu 19.918,87 kg, menjadi 18.405,09 kg dan 5.636,03 kg. Total carbon footprint tahun 2023-2024 menurun dari 1.821,64 ton CO₂e menjadi 1.731,10 ton CO₂e dan 1.506,31 ton CO₂e. Namun, periode Januari–Juni 2026 justru menunjukkan peningkatan sebesar 25,03% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, mengindikasikan bahwa penurunan emisi tidak sepenuhnya bersifat linier dan dipengaruhi oleh faktor selain digitalisasi, terutama konsumsi energi listrik dan kebijakan efisiensi anggaran. Analisis berbasis data realisasi anggaran mengungkap bahwa kebijakan efisiensi bekerja melalui dua mekanisme berbeda, yaitu pemblokiran anggaran dan penurunan pagu, yang tidak seragam antarjenis sumber daya maupun antartahun. Hasil triangulasi wawancara turut menunjukkan bahwa persepsi pelaku pengadaan mengenai faktor pendorong utama penurunan sumber daya bersifat beragam, tidak sepenuhnya mengarah pada digitalisasi sebagai penyebab tunggal. Penelitian ini merekomendasikan model pengadaan hijau berbasis e-procurement dengan pendekatan Input-Process-Output (IPO) yang mengintegrasikan digitalisasi dokumen, efisiensi energi, pengendalian mobilitas, dan pemantauan konsumsi sumber daya secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Tesis (S2) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | green procurement, e-procurement, carbon footprint, efisiensi sumber daya, Kementerian PANRB |
| Subjects: | Management > Corporate Sustainability Strategy Management Thesis > Thesis (S2) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Magister Management |
| Depositing User: | Sri Utami |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 11:00 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 11:00 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/15082 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

