Mugistiyono, Sabina Salsabila (2026) Pemaknaan GEN Z Tentang Kecemasan akan Kehilangan Seseorang Dalam Hubungan Romantis Pada Lagu “Rutinitas” Karya Idgitaf. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00.Cover.pdf - Accepted Version Download (452kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02.BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (496kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03.BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (138kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar PUSTAKA)
04.DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version Download (136kB) |
|
|
Text (Lampiran)
05.Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z memaknai pesan kecemasan akan kehilangan seseorang dalam hubungan romantis pada lagu “Rutinitas” karya Idgitaf, serta mengetahui posisi audiens berdasarkan konsep encoding-decoding Stuart Hall (dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria pendengar Generasi Z yang pernah mengalami perpisahan dalam konteks hubungan romantis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan khalayak terhadap lagu “Rutinitas” bersifat beragam dan tidak tunggal. Dua informan berada pada posisi dominant-hegemonic, memaknai hilangnya rutinitas bersama pasangan sebagai representasi nyata dari penderitaan dan disorientasi hidup, dipengaruhi oleh pengalaman traumatis masa lalu. Tiga informan berada pada posisi negotiated, memahami pesan kesedihan tersebut namun secara aktif menegosiasikannya dengan resiliensi dan kemandirian personal. Satu informan berada pada posisi oppositional, menolak narasi kecemasan berpisah karena dianggap mendramatisasi keadaan hubungan romantis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya musik populer yang kerap diposisikan sebagai media terapeutik justru menampilkan pesan yang bersifat hiperbola atau overclaim dalam mendramatisasi penderitaan pasca-perpisahan. Kendati demikian, khalayak Generasi Z bertindak sebagai pendengar aktif yang tidak pasif menelan dramatisasi tersebut. Melalui posisi negosiasi dan oposisi, audiens membuktikan bahwa manusia pada dasarnya merupakan makhluk yang sangat adaptif—menyadari bahwa kepanikan akibat hilangnya kebiasaan hanyalah fase sementara dan rutinitas baru dapat dibangun kembali secara mandiri.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | analisis resepsi, encoding-decoding, kecemasan akan kehilangan, Generasi Z, lagu Rutinitas |
| Subjects: | Communication Science Communication Science > Semiotics and Consumer Culture Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Sabina Salsabila Mugistiyono |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 09:45 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 09:46 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14248 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

