Angel, Dawnaya Alicia (2026) ANALISIS RESEPSI PEMAKNAAN PUBLIK ATAS KONTEN INSTAGRAM DANANTARA: ‘PELUNCURAN DAYA ANAGATA NUSANTARA”. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (00 Cover)
COVER.pdf - Accepted Version Download (394kB) |
|
|
Text (01 Bab I-III)
01 BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text (02 Bab IV)
BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (03 Bab V)
BAB V.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (87kB) | Request a copy |
|
|
Text (04 Daftar Pustaka)
DAFPUS.pdf - Accepted Version Download (89kB) |
|
|
Text (05 Lampiran)
LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (159kB) | Request a copy |
Abstract
Kemunculan Danantara Indonesia sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang dibentuk pada tahun 2025 menandai fase awal pembentukan legitimasi lembaga negara baru di ruang publik digital. Peluncuran lembaga ini dilakukan melalui konten Instagram berjudul “Peluncuran Daya Anagata Nusantara”, yang memuat representasi simbolik negara, narasi pembangunan jangka panjang, serta visual kenegaraan. Dalam konteks komunikasi publik digital yang partisipatif, pesan institusional tidak lagi diterima secara otomatis, melainkan dinegosiasikan oleh audiens. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana publik memaknai konten peluncuran tersebut dalam perspektif model Encoding–Decoding Stuart Hall. Penelitian ini bertujuan untuk memahami posisi resepsi audiens terhadap komunikasi publik Danantara serta menganalisis bagaimana pesan yang dikodekan secara simbolik diterjemahkan melalui proses decoding di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis resepsi audiens. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) terhadap delapan informan dengan latar belakang profesional yang beragam, serta diperkuat melalui triangulasi dengan praktisi media dan kajian literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan pemaknaan dominant-hegemonic secara murni. Sebaliknya, resepsi audiens didominasi oleh posisi negotiated dan oppositional, yang dipengaruhi oleh literasi kebijakan, pengalaman sosial, serta paparan diskursus publik sebelumnya. Instagram sebagai medium partisipatif turut memperkuat dinamika negosiasi dan resistensi makna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi publik lembaga negara di media sosial beroperasi sebagai arena negosiasi legitimasi, bukan sebagai proses transmisi pesan satu arah yang menghasilkan konsensus hegemonik.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Resepsi, Danantara Indonesia, Encoding–Decoding, Komunikasi Publik, Media Sosial, Instagram. |
| Subjects: | Communication Science > Corporate Communication Communication Science > Cultural Studies Communication Science > Political Communication Communication Science > Social Media Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Dawnaya Alicia Angel |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 02:26 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 02:26 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/13237 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

