Ramdani, Achmad Ramdani (2026) KONSTRUKSI SOSIAL PERILAKU MALE GROOMING TERHADAP PEMILIHAN PRODUK SKINTIFIC PEPTIDE BRIGHTENING LIP SERUM PADA KARYAWAN PRIA. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (00 Cover)
01_Cover.pdf - Accepted Version Download (754kB) |
|
|
Text (Bab 1-3)
Bab 1-3.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (863kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 4)
Bab 4.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (642kB) | Request a copy |
|
|
Text (Bab 5)
Bab 5.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (121kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (133kB) |
|
|
Text (Lampiran)
Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penggunaan produk perawatan bibir oleh laki-laki, yang sebelumnya identik dengan konsumen perempuan, kini berkembang seiring pergeseran nilai maskulinitas dan meningkatnya kesadaran perawatan diri di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan memahami konstruksi sosial perilaku male grooming dalam pemilihan produk Skintific Peptide Brightening Lip Serum pada karyawan pria. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan karyawan pria pengguna produk yang dipilih secara purposive sampling, dilengkapi triangulasi pakar, serta dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann (1966) melalui tiga momen rasional: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku male grooming berawal dari kesadaran personal terhadap kondisi bibir yang kurang ideal dan kebutuhan mempertahankan kepercayaan diri di lingkungan kerja. Dukungan lingkungan sosial terdekat, berkurangnya stigma negatif di dunia kerja, serta paparan norma baru melalui media sosial, KOL, dan kampanye pemasaran Skintific mempercepat pelembagaan norma tersebut hingga diserap menjadi bagian dari identitas diri informan. Temuan ini memperkuat relevansi teori konstruksi sosial untuk menjelaskan pergeseran norma gender dalam praktik konsumsi masa kini, sekaligus menunjukkan bahwa penerimaan sosial terhadap male grooming tidak berarti stigma telah hilang sepenuhnya, melainkan tidak lagi dianggap serius oleh individu yang telah merasakan manfaatnya. Pelaku industri dan institusi kerja disarankan mempertahankan narasi pemasaran yang menyeluruh serta kebijakan penampilan yang lebih terbuka terhadap gender.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | konstruksi sosial, male grooming, lip serum, maskulinitas, karyawan pria |
| Subjects: | Communication Science > Interpersonal Communication (Komunikasi antarpribadi) Communication Science > Intercultural communication (Komunikasi antarbudaya) Communication Science > Marketing Communications Communication Science > Semiotics and Consumer Culture Thesis > Thesis (S1) |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Achmad Ramdani |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 09:15 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 09:15 |
| URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14403 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

