Rizkiadhim, Muhammad Almer (2026) Peran Quality Control (QC) dalam Komunikasi Berasa Penjualan Kopi B2B pada Brand Kuducoba Coffee Roasters (PT Kuducoba Kopi Indonesia). Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
|
Text (Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version Download (366kB) |
|
|
Text (BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (413kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (798kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (225kB) | Request a copy |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
04. BAB Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version Download (180kB) |
|
|
Text (Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (876kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran Quality Control (QC) dalam Komunikasi Berasa pada penjualan kopi Business-to-Business (B2B) di Kuducoba Coffee Roasters (PT Kuducoba Kopi Indonesia). Industri kopi specialty di Indonesia berkembang sangat pesat hingga cukup banyak terjadi fenomena inkonsistensi produk, sehingga menuntut pemasok kopi B2B untuk tidak hanya menjamin kualitas produk tetapi juga mengomunikasikannya secara kredibel kepada pelanggan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus partisipatif, penelitian ini melibatkan empat informan: QC, staff admin & marketing, klien B2B, dan kompetitor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Kerangka teori yang digunakan meliputi Komunikasi Berasa (Wijaya, 2011), Pemasaran B2B (Kotler et al., 2022), Quality Control (SCA, 2021), dan Perceived Quality (Kotler & Keller, 2016). Temuan menunjukkan bahwa QC berperan multidimensional sebagai arsitek data sensorik, penjaga konsistensi emosional, penyedia data objektif, penyesuai kebutuhan pelanggan, pencipta manfaat fungsional, serta pembangun reputasi kolektif dan Word of Mouth di komunitas. Peran QC melampaui fungsi teknis menjadi fondasi strategis komunikasi penjualan B2B. Penelitian ini memperluas aplikasi Komunikasi Berasa dari konteks B2C ke B2B serta mengintegrasikannya dengan teori Perceived Quality, mengisi gap penelitian tentang komunikasi rasa dalam penjualan B2B.
Actions (login required)
![]() |
View Item |

