Resepsi Khalayak pada Narasi Gaya Hidup Mewah sebagai Bentuk Conspicuous Consumption Melalui Konten Tiktok @Alelococo

Azizah, Anggina Putri (2026) Resepsi Khalayak pada Narasi Gaya Hidup Mewah sebagai Bentuk Conspicuous Consumption Melalui Konten Tiktok @Alelococo. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.

[thumbnail of 00.Cover] Text (00.Cover)
00. Cover.pdf - Accepted Version

Download (361kB)
[thumbnail of 01. BAB I-III] Text (01. BAB I-III)
01. BAB I-III.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (9MB) | Request a copy
[thumbnail of 02. BAB IV] Text (02. BAB IV)
02. BAB IV.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of 03. BAB V] Text (03. BAB V)
03. BAB V.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (90kB) | Request a copy
[thumbnail of 04. Daftar Pustaka] Text (04. Daftar Pustaka)
04. BAB Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version

Download (100kB)
[thumbnail of 05. Lampiran] Text (05. Lampiran)
05. Lampiran.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (933kB) | Request a copy

Abstract

Fenomena ani-ani atau perempuan simpanan menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan di TikTok dan kerap dikaitkan dengan narasi gaya hidup mewah. Berbagai konten menampilkan simbol kemewahan seperti barang bermerek, fasilitas eksklusif, dan gaya hidup glamor yang dapat dipahami sebagai bentuk conspicuous consumption. Salah satu akun yang aktif membahas fenomena tersebut adalah TikTok @alelococo, yang mengaitkan gaya hidup mewah dengan fenomena ani-ani dan memunculkan beragam tanggapan dari audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi khalayak berdasarkan posisi dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading terhadap narasi gaya hidup mewah sebagai bentuk conspicuous consumption dalam konten TikTok @alelococo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan yang terdiri atas empat laki-laki dan empat perempuan. Analisis juga menggunakan teori Conspicuous Consumption Thorstein Veblen yang meliputi dimensi bandwagoning, ostentation, prestige, dan motivasi pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi khalayak terhadap narasi gaya hidup mewah ani-ani tidak bersifat seragam. Sebanyak dua informan berada pada posisi dominant reading, empat informan berada pada posisi negotiated reading, dan dua informan berada pada posisi oppositional reading. Posisi negotiated reading menjadi yang paling dominan karena audiens menerima kritik terhadap budaya flexing dan pencarian validasi sosial, tetapi tidak sepenuhnya menerima hubungan antara gaya hidup mewah dan fenomena ani-ani. Dari perspektif conspicuous consumption, dimensi yang paling dominan muncul dalam pemaknaan audiens adalah prestige dan ostentation. Audiens memaknai kemewahan sebagai simbol status sosial, keberhasilan, serta sarana memperoleh pengakuan melalui pertunjukan simbol-simbol kemewahan di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan audiens dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, lingkungan sosial, dan nilai yang dimiliki masing-masing individu, sehingga pesan media tidak selalu diterima sesuai dengan makna yang dibangun oleh kreator.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir (S1) - )
Uncontrolled Keywords: Resepsi khalayak, conspicuous consumption, gaya hidup mewah, ani- ani, TikTok, Stuart Hall.
Subjects: Communication Science > Cultural Studies
Customer Behavior
Communication Science > Digital Communication
Communication Science > Digital media (Media digital)
Communication Science > Semiotics and Consumer Culture
Communication Science > Social media (Media sosial)
Thesis > Thesis (S1)
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
> Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Anggina Putri Azizah
Date Deposited: 18 Sep 2026 01:23
Last Modified: 18 Sep 2026 01:23
URI: https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/14840

Actions (login required)

View Item View Item