Barus, Elsa Natalia (2025) SYSTEMATIC REVIEW: DAUN KATUK SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DAN NUTRASETIKAL UNTUK MENCEGAH SINDROM METABOLIK. Tugas Akhir (S1) - thesis, Universitas Bakrie.
![]() |
Text (COVER)
00. COVER.pdf - Accepted Version Download (411kB) |
![]() |
Text (BAB I-II)
01. BAB I-II.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (237kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB III)
02. BAB III.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (550kB) | Request a copy |
![]() |
Text (BAB IV)
03. BAB IV.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (190kB) | Request a copy |
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
04. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version Download (297kB) |
![]() |
Text (LAMPIRAN)
05. LAMPIRAN.pdf - Accepted Version Restricted to Registered users only Download (330kB) | Request a copy |
Abstract
Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman indigenus yang dapat dikonsumsi sebagai makanan dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan obat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi daun katuk sebagai pangan fungsional dan nutrasetikal dalam mencegah terjadinya sindrom metabolik serta membandingkan metode pengolahan daun katuk menggunakan metode systematic review. Pencarian artikel melalui Google Scholar, PubMed & Science Direct. Diperoleh 181 artikel dari pencarian dan tersisa delapan artikel yang digunakan dalam penelitian. Artikel terbagi berdasarkan topik bahasan, empat artikel membahas senyawa bioaktif, satu artikel pengaruh konsumsi daun katuk bagi penderita sindrom metabolik dan tiga artikel membahan metode pengolahan daun katuk. Daun katuk mengandung senyawa flavonoid, fenolik, alkaloid, tannin, isoflavone dan saponin yang dapat bekerja sebagai antiinflamasi, antidiabetes, antioksidan dan antiobesitas. Berdasarkan uji in vivo yang dilakukan pada mencit menunjukkan bahwa daun katuk dapat digunakan sebagai metode antidiabetes dengan dosis yang tepat. Metode pengolahan seperti pengukusan, pemanasan microwave dan oven-dried dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada daun katuk. Metode perebusan dapat menurunkan total kandungan senyawa fenolik. Variasi metode pengeringan mempengaruhi kenaikan dan penurunan senyawa bioaktif pada daun katuk sesuai dengan metode yang digunakan. Daun katuk dapat dikategorikan sebagai pangan fungsional dan nutrasetikal karena memiliki senyawa bioaktif yang terbukti dapat mengurangi gejala sindrom metabolik.
Item Type: | Thesis (Tugas Akhir (S1) - ) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | daun katuk, metode pengolahan, nutrasetikal, sindrom metabolik, systematic review |
Subjects: | Food Science and Technology > Food Chemistry Food Science and Technology > Food Biochemistry Food Science and Technology > Food Processing Thesis > Thesis (S1) |
Divisions: | Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan |
Depositing User: | Elsa Natalia Barus |
Date Deposited: | 13 Aug 2025 04:48 |
Last Modified: | 13 Aug 2025 04:48 |
URI: | https://repository.bakrie.ac.id/id/eprint/11804 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |